Pengawasan

Kanwil Bea Cukai Jateng & DIY Adakan Rakorwas untuk Menjalin Sinergi yang Lebih Kuat

Semarang – Selasa tanggal 14 November 2017, Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi Pengawasan. kegiatan yang mengusung tema Optimalisasi Pengawasan BKC Ilegal dan Fasilitas Kepabeanan tersebut berlangsung di ruang rapat Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY.

pada kegiatan tersebut, hadir para peserta yang terdiri dari pejabat dan pegawai pada seksi Penindakan dan Penyidikan pada KPPBC se-Jawa Tengah dan DIY. acara yang dimulai pada pukul 8 pagi tersebut diawali dengan menyanyikan Mars Bea dan Cukai, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Parjiya selaku Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari tiap KPPBC.

setelah materi selesai dipaparkan oleh tiap KPPBC, dilanjutkan dengan sesi pembahasan. sesi ini dibagi menjadi beberapa segmen pembahasan, anatara lain pembahasan mengenai pengawasan impor dan ekspor, pengawasan cukai, pengawasan fasilitas, post seizure analyst, aplikasi SiTawon, dan terakhir yaitu pengawasan mengenai kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM).

dapat diambil poin penting dari tiap segmen pembahasan, contohnya saja pada segmen pengawasan cukai. pada segmen tersebut yang menjadi fokus masalah yaitu yang pertama ialah Hasil Tembakau mengenai pabrik, distribusinya, dan pemasarannya. Yang kedua MMEA mengenai sub distribusi dan tempat penjualan eceran. Yang ketiga EA mengenai pabrik dan distribusi. muncul usulan mengenai penambahan syarat pada pembuatan NPPBKC yaitu untuk menambahkan CCTV.

kemudian poin-poin penting lainnya ialah pada pembahasan mengenai pengawasan impor dan ekspor, yang menjadi fokus masalah yaitu mengenai larangan dan pembatasan kemudian nilai transaksi. dilanjutkan. dilanjutkan pembahasan mengenai Pengawasan Impor Fasilitas, yang menjadi fokus masalah yaitu mengenai peta kerawanan fasilitas Kawasan Berikat dan KITE.

Selanjutnya pembahasan mengenai Post Seizure Analis, yang menjadi pokok pembahasan yaitu mengenai data pelanggaran, modus-modus pelanggaran, tantangan dan hambatan , serta dorongan KPPBC pada saat terjadi penindakan un tuk dilanjutkan ke ranah penyidikan. dilanjutkan pembahasan mengenai Aplikasi Database Online (Si Tawon), yang menjadi fokus masalah yaitu masih banyak KPPBC yang belum melakukan updating database pada aplikasi tersebut.

terakhir yaitu pembahasan mengenai Kekuatan SDM, yang menjadi fokus masalah yaitu jumlah pejabat/pegawai pada unit pengawasan dibandingkan dengan anggaran pengawasan.

kegiatan yang berlangsung sampai pukul 10 malam tersebut ditutup oleh Bapak Gatot selaku Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, dan diakhiri dengan menanyikan lagu Bagimu Negeri oleh para peserta.

Comment here