Bersama Pengusaha Penerima Fasilitas, Beacukai Jateng DIY Menggelar Kembali Focus Group Discussion

Semarang (25/10/2018) – Bertempat di Aula Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY menggelar Focus Group Discussion bersama para pengusaha penerima fasilitas di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Berbeda dengan sebelumnya, pada Focus Group Discussion ini, pemaparan mengenai peraturan terbaru terkait Kawasan Berikat dan Pusat Logistik Berikat ditujukan kepada para Pengusaha Penerima Fasilitas dengan bertemakan “Integrasi Kawasan Berikat dan Pusat Logistik Berikat Untuk Meningkatkan Ekspor dan Investasi”.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Parjiya. Beliau menyampaikan bahwa, pemberian fasilitas oleh Bea Cukai ini secara tidak langsung dirasa menggerakkan perekonomian sektor riil di daerah yang sulit untuk dijangkau oleh pemerintah.

Dilanjut dengan pemaparan pengantar diskusi oleh Kepala Bidang Fasilitas Kanwil Beacukai Jateng DIY, Juli Tri Kisworini, beliau menyampaikan bahwa jumlah penerima Fasilitas TPB sebanyak 233 tersebar di 8 pengawasan KPPBC di lingkungan Kanwil Jateng DIY. Semenjak berlakunya PMK 29/KMK.04/2018 tentang Percepatan Perijinan yang diformulasikan dengan Peraturan Pemerintah No 91/2017 tentang Kemudahan berusaha, terjadi adanya peningkatan penerima Fasilitas, yakni Fasilitas TPB 13 Perusahaan dan 4 Penerima Fasilitas KITE, serta disampaikan pula adanya trend peningkatan Devisa Ekspor di tahun 2018.

Selanjutnya, pemaparan materi peraturan terbaru terkait Kawasan Berikat dan Pusat Logistik Berikat oleh Kasubdit TPB Direktorat Fasilitas Kepabeanan, Tatang Yuliono bersama dengan Kepala Seksi Kawasan Berikat Direktorat Fasilitas Kepabeanan, Joko Pri Sukmono Dwi Widodo. Dalam pemaparannya, beliau secara gamblang dan detail menjelaskan mengenai PMK 131/PMK.04/2018 tentang peraturan Kawasan Berikat dan Pusat Logistik Berikat terbaru, yang berisikan simplifikasi perijinan dan efisiensi waktu layanan, seperti misalnya penerbitan perijinan Kawasan Berikat yang semula 15 + 10 HariĀ  menjadi 3 Hari + 1 jam.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian testimoni dari perwakilan pengusaha penerima fasilitas oleh PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia, penerima Fasilitas KB sekaligus sebagai PD PLB, yang menyampaikan potensial integrasi PLB dan KB adalah adanya penurunan cost logistik, kenaikan produksi karena space warehouse yang semula untuk menyimpan bahan baku dan hasil produksi dipakai untuk produksi, sehingga adanya peningkatan produksi untuk diekspor. Kegiatan Focus Group Discussion diakhiri dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan foto bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *