Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Sebagai Narasumber Pada Seminar Nasional dengan Tema “Indonesian Creative Economic” Politeknik Negeri Semarang

Semarang (15/11/2018) – Mengusung tema Seminar Nasional “Indonesian Creative Economic : Memperkuat Stabilitas Perekonomian Indonesia Melalui Ekspor di Tengah Tantangan Global”, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Jateng DIY bersama tim hadir sebagai narasumber. Seminar tersebut dihadiri oleh 300 mahasiswa Politeknik Negeri Semarang dari berbagai jurusan. Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Politeknik Negeri Semarang (Polines) , 15 November 2018.

Seminar Nasional dibuka dan disambut oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Semarang, Adhy Purnomo. Dalam sambutannya, beliau berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan wawasan mengenai ekspor impor dan fasilitas kepabeanan dari sisi Bea Cukai maupun dari sisi pengusaha. Kemudian, dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Kanwil Bea Cukai Jateng DIY yang diwakili oleh Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai yang menggantikan Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang berhalangan hadir, Juli Tri Kisworini dan Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas, Anton Nanang.

Mengawali pemaparannya, Juli Tri Kisworini menginformasikan bahwa saat ini neraca perdagangan barang kita mengalami defisit USD 1.16M (Semester 1 2018), beberapa pilihan kebijakan telah diambil antara lain dengan expenditure reducing dan expenditure switching. Bea Cukai terus berperan dalam upaya meningkatkan ekspor, mendorong investasi dengan fasilitas kepabeanan. Disampaikan pula tugas dan fungsi Bea dan Cukai sebagai community protector, border protector atau menjaga perbatasan dari masuknya barang larangan dan ilegal, revenue collector yaitu memungut bea masuk dan bea keluar serta cukai secara maksimal, dan trade facilitator yaitu memfasilitasi perdagangan dan industri. Beberapa fasilitas kepabeanan yang disampaikan adalah fasilitas kawasan berikat, kemudahan impor tujuan ekspor (KITE), pusat logistik berikat, gudang berikat dan KITE IKM. Dalam peranannya mendukung Ekonomi kreatif, fasilitas KITE IKM sangat tepat.

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas, Anton Nanang melanjutkan pemaparan materi berkenaan dengan ketentuan umum di bidang ekspor hingga pengawasan Bea Cukai terhadap barang impor dan ekspor. “Undang – undang Kepabeanan telah mengamanahkan dan menjelaskan bahwa Negara telah memberikan kesempatan seluas – luasnya untuk ekspor, itu mengapa pemeriksaan fisik dilakukan seminimal mungkin dan pada dasarnya hanya dilakukan penelitian dokumen ekspor saja, hal itu semata – mata untuk mendorong ekspor, meningkatkan daya saing barang ekspor di pasar dunia”, demikian tegaskannya. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab oleh mahasiswa, dan ditutup dengan penyerahan plakat narasumber kepada Kanwil Bea Cukai Jateng DIY.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *