PT. Margono Dian Graha : “Kami sangat membutuhkan fasilitas Kawasan Berikat”

Semarang – Pada hari ini Selasa, 18 Desember 2018 PT. Margono Dian Graha tercatat sebagai perusahaan yang mendapatkan perizinan sebagai Kawasan Berikat. Perizinan yang ke – 24 di tahun 2018 ini diterbitkan Kantor Wilayah DJBC Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta setelah Direktur Utama perusahaan Kawan Margono dan timnya memaparkan proses bisnis perusahaannya.

Proses bisnis ini disampaikan langsung dihadapan Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng dan DIY, Parjiya. Dalam sambutannya Parjiya menyampaikan beberapa hal terkait Kawasan Berikat. Saat ini khususnya dalam era pemerintahan Pak Jokowi terdapat pemangkasan birokrasi dimana perijinan yang dahulu diberikan oleh Kantor Pusat DJBC, sekarang bisa diberikan Kantor Wilayah. Prosedur perijinan juga lebih sederhana yang dimaksudkan untuk menumbuhkan investasi dan mendorong kegiatan ekspor. Parjiya berharap agar PT Margono Dian Graha dapat menggunakan bahan bakunya dari local / dalam negeri baik dari sesama Kawasan Berikat maupun bukan. Perusahaan juga bisa menggunakan bahan baku lokal seperti dari PT Riau Andalan Pulp and Paper yang juga berstatus sebagai Kawasan Berikat, sehingga fasilitas fiskal yang diperoleh akan semakin besar. Perusahaan juga diharapkan dapat memikirkan dan merintis usaha mulai dari hulu sampai dengan hilir dengan cara melakukan investasi penanaman pohon yang menghasilkan bahan baku untuk perusahaannya.
“Gunakan fasilitas ini dengan baik dan jangan disalahgunakan, jangan seperti air susu dibalas dengan air toba, jangan berhenti dengan Kawasan Berikat, usahakan bisa menjadi Authorized Economic Operator (AEO)”, demikian pesan Parjiya.

PT. Margono Dian Graha ini merupakan perusahaan yang sudah berdiri selama 50 tahun, memproduksi kertas fancy / kertas bermotif. Sudah 23 tahun beroperasi sebagai perusahaan internasional yang mengekspor hasil produksinya ke berbagai negara dengan melalui ekspor umum. “Kami sudah 23 tahun mengekspor dengan bahan baku sebagian dari impor, namun belum menggunakan fasilitas fiskal. Saat ini kami sudah berada di papan atas persaingan bisnis ini. Kami sangat membutuhkan fasilitas ini sehingga harga barang ekspor kami dapat lebih bersaing dengan competitor-kompetitor besar dari Negara lainnya”, papar Kawan Margono.
Kawan Margono dan tim juga memaparkan terkait struktur organisasi, IT Inventory dan CCTV perusahaan. Ditambahkan juga bahwa saat ini perusahaannya merupakan eksportir terbesar di Asia Tenggara untuk produk kertas fancy. Ekspor hampir ke seluruh Negara.

Pada akhirnya, SKEP perijinan sebagai Kawasan Berikat diperoleh PT. Margono Dian Graha. Perusahaan sangat berterima kasih kepada pemerintahan khususnya DJBC karena telah memberikan fasilitas yang luar biasa. “Dengan fasilitas ini perusahaan dapat bersaing dan melakukan ekspansi. Tahun depan kami akan memperluas ekspansi dua kali lipat, jumlah tenaga kerja juga meningkat dua kali dari 260 karyawan menjadi 500an karyawan yang berasal dari warga sekitar, kapasitas produksi juga akan meningkat dari 700 – 1000 TNE per bulan menjadi 1400 – 200 TNE per bulan”, demikian Kawan Margono berkomitmen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *