Perdalam Tata Laksana PLB Ekspor, Perusahaan undang Bea Cukai sebagai narasumber

Semarang (22/1/2019) – Bertempat di Ball Room Hotel Pandanaran Semarang, PT Monang Sianipar Abadi (PT MSA) mengundang Kanwil Bea Cukai Jateng DIY dan Semarang sebagai narasumber pada acara Sosialisasi Tata Laksana PLB Ekspor. Kegiatan sosialisasi dibuka dengan sambutan oleh Presiden Direktur dan CEO PT MSA, Sahat Sianipar. Sahat menyampaikan bahwa PT MSA memperoleh fasilitas PLB sejak awal tahun 2017, “Dengan Fasilitas PLB ini, kami berharap dapat turut andil berkontribusi memperlancar kegiatan ekspor untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia”, pungkas Sahat Sianipar.

Sambutan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari Kanwil Bea Cukai Jateng DIY dan Bea Cukai Semarang, pemaparan dibuka oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY yang diwakili oleh Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Juli Tri Kisworini. Dalam pemaparannya, Juli menyampaikan bahwa dengan adanya peraturan percepatan perizinan, PMK nomor 29/PMK.04/2018, telah terjadi peningkatan jumlah penerima fasilitas kepabeanan yang terhitung sejak 28 April 2018 hingga sekarang (22 Januari 2019) yakni dari Kawasan Berikat yang semula berjumlah 210 menjadi 231, Gudang Berikat yang berjumlah 7 menjadi 8, PLB yang sebelumnya hanya ada 1 menjadi 4, dan KITE yang semula 45 menjadi 50. “Bagi penerima fasilitas KITE, menimbun maupun ekspor melalui PLB dimungkinkan akan lebih mudah, dan akan lebih mudah termonitor dengan harus terbitnya LPE” tambah Juli Tri Kisworini, adapun detail mengenai tata laksana PLB ekspor oleh penerima fasilitas KITE akan diulas kembali pada acara Rebranding Fasilitas KITE yang direncanakan pada tanggal 20 Febuari 2019 mendatang.

Materi tata laksana PLB Ekspor dipaparkan oleh Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas III, Windarto. Dalam pemaparannya, dasar hukum mengenai PLB terdapat pada PP Nomor 85 Tahun 2015 tentang perubahan atas PP Nomor 32 Tahun 2009 tentang Tempat Penimbunan Berikat, PMK nomor 272/PMK.04/2015 tentang Pusat Logistik Berikat jo. PMK nomor 28/PMK.04/2018, dan Perdirjen BC nomor Per-10/BC/2017 tentang Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari Pusat Logistik Berikat Dalam Rangka Ekspor Dan/Atau Transhipment. Sedangkan untuk skema Ekspor di PLB ada 3 jenis yakni : Ekspor melalui PLB yaitu ekspor atas barang yang berada di luar PLB melalui proses penimbunan di PLB, Ekspor dari PLB yaitu ekspor atas barang yang telah ditimbun dalam PLB, dan Transhipment yaitu kegiatan mengeluarkan kembali barang asal Luar Daerah Pabean dari PLB ke Luar Daerah Pabean (LDP). Terkait dengan penggunaan aplikasi dijelaskan oleh Kepala Seksi PDAD Bea Cukai Semarang, R. Moses Sabowo Priyambodo dan Kepala Subseksi Pengolahan Data Bea Cukai Semarang, Dhariel Indriansyah. Pemaparan sistem aplikasi didemokan mulai tahapan dari download modul aplikasi BC3.3&P3BET, Aktivasi User, Pengenalan Menu Aplikasi, dan pembuatan dokumen BC3.3 dan P3BET. Kegiatan ditutup dengan testimoni oleh PT MSA mengenai penggunaan aplikasi modul BC3.3&P3BET serta diskusi tanya jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *