Bea Cukai Dalam Talk Show Sinergi Kemenkeu: Bea Cukai Terus Dorong Ekspor Melalui Fasilitasi Industri

Semarang – Hari ini, Selasa (29/1) Bea Cukai Kanwil Jateng dan DIY bersama seluruh unit Eselon II Kementerian Keuangan di Jawa Tengah menggelar Talk Show dalam rangka pelaksanaan sinergi Kementerian Keuangan di Wilayah Jateng sekaligus Hari Bakti Perbendaharaan Tahun 2019. Acara yang penyelenggaraannya bekerja sama dengan TVRI ini membahas peran atau kinerja Unit Eselon II Kemenkeu di Tahun 2018 dan persiapan atau strategi dalam pencapaian target kinerja di 2019.

Sigit, sang moderator TVRI secara lugas meminta informasi sekaligus mengajukan pertanyaan kepada para nara sumber yang tidak lain adalah para pejabat Eselon II, yaitu Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kakanwil Bea Cukai, Kakanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, dan perwakilan pejabat dari Direktorat Jenderal Pajak. Masing-masing nara sumber kemudian memberikan informasi dan jawaban dengan nuansa cukup santai namun sarat informasi berkenaan dengan tugas pokok dan fungsinya.

Kakanwil Bea Cukai Jateng dan DIY, Parjiya, memberikan informasi terkait kinerja Bea Cukai Jateng dan DIY, bahwa tahun 2018 berhasil menghimpun penerimaan sebesar Rp39.08 T atau mencapai 102% dari target yang ditetapkan. Namun demikian tidak hanya penerimaan peran bea cukai di Jateng ini. Justru yang paling penting adalah terkait fasilitas fiskal. Bea Cukai selalu giat mendorong ekspor melalui fasilitas fiscal yang  diberikan, antara lain melalui pemberian perijinan fasilitas Kawasan Berikat, fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), juga Pusat Logistik Berikat. Dengan fasilitas KITE  misalnya, perusahaan dapat mengimpor bahan baku dengan mendapat pembebasan bea masuk dan PPN dan/atau PPnBM tidak dipungut. Namun syaratnya setelah bahan baku diproses menjadi barang jadi, barang jadinya harus diekspor. Dengan demikian diharapkan mendorong ekspor yang kemudian mendorong investasi lebih besar di Jateng dan DIY. Yang sangat penting juga adalah adanya dampak ekonomi yang dirasakan juga oleh daerah dan masyarakatnya, karena industry akan tumbuh, tenaga kerja terserap, termasuk ekonomi masyarakat di sekitarnya menjadi bergerak. “Bea Cukai terus dorong ekspor melalui fasilitasi industry”, tegas Parjiya.

Kakanwil Bea Cukai yang gemar olah raga ini juga menambahkan bahwa ada pergeseran investasi dari daerah lain ke Jateng ini. Arus ini selain karena fasilitas fiskal yang diberikan pemerintah melalui bea cukai, juga karena masih murahnya UMP, UMK di Jateng. Tentu juga karena adanya ketenangan berusaha yang ada di Jateng ini. “Untuk itu saya juga menghimbau kepada masyarakat Jateng agar terus menjaga situasi yang kondusif ini, saya yakin ekonomi Jateng akan tumbuh lagi”, demikian pesan Parjiya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *