Pesan Dirjen Bea Cukai Dalam Peringati Hari Pabean International 2019: Menjadi SMART Customs, Sebagai Arah dan Strategi Menjalankan Program Kerja DJBC

Semarang – Hari ini, Selasa (29/1) Bea Cukai di lingkungan Jawa Tengah yang terdiri dari Kanwil Jateng DIY, KPPBC Tanjung Emas, dan KPPBC Semarang menggelar apel untuk memperingati Hari Pabean Internasional (HPI) yang ke-67. HPI tidak hanya diperingati oleh Bea Cukai Indonesia tapi juga diperingati oleh komunitas kepabeanan seluruh dunia. HPI juga merupakan hari sebagai tanda diresmikannya Customs Co-operation Council yang merupakan cikal bakal dari Organisasi Kepabeanan Dunia atau yang lebih dikenal dengan World Customs Organization (WCO) 67 tahun yang lalu.

Apel HPI kali ini dipimpin oleh Juli Tri Kisworini selaku Plh. Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY. Selain memaparkan kinerja tahun 2018, Juli juga berpesan agar kinerja di tahun 2019 yang penuh tantangan dapat dilalui dengan penuh tanggung jawab. “baru saja kemarin kita menandatangani kontrak kinerja Kemenkeu Three 2019. Diharapkan agar seluruh kontrak yang telah ditandatangani dapat tercapai dengan baik, hal-hal yang sudah dicapai di tahun 2018 agar dapat ditingkatkan”, demikian pesannya.

Dalam sambutan yang dibacakan Juli Tri Kisworini, Direktur Jenderal, Heru Pambudi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran DJBC terkait prestasi capaian kinerja DJBC tahun 2018 baik itu di bidang penerimaan, pelayanan, pengawasan dan citra institusi. Heru juga memberikan pesan-pesan dalam menghadapi tantangan ke depan.

  1. Di bidang integritas dan kelembagaan, DJBC harus terus melakukan penguatan profiling internal, pemetaan titik rawan integritas, pembinaan mental, validasi dan penataan organisasi, reformasi berkelanjutan, joint program, dan tentunya didukung peningkatan kualitas SDM terutama di bidang-bidang strategis.
  2. Di bidang pengawasan, DJBC harus terus mengoptimalisasi sarana prasarana operasi dan pengawasan antar pulau, khususnya saat berhadapan dengan isu keamanan global seperti illegal trade, narkotik dan transnational organized crimes.
  3. Di bidang pelayanan dan fasilitasi, DJBC harus terus memperkuat efisiensi dan efektivitas layanan,  joint endorsement FTZ, KITE IKM, dengan cara pengembangan aplikasi cerdas dan terintegrasi, khususnya menghadapi isu perdagangan global seperti e-commerce.
  4. Dan di bidang penerimaan, dengan peningkatan target penerimaan dari sektor kepabeanan dan Cukai menjadi 208,9T, maka DJBC harus menguatkan strategi bagaimana mencapai kinerja penerimaan optimal yang berkelanjutan, melakukan penguatan joint program dan analisis dampak, serta ekstensifikasi objek-objek penerimaan.

Sejalan dengan tema HPI tahun ini, “SMART Borders for seamless Trade, Travel and Transport”, maka seluruh administrasi kepabeanan di dunia termasuk DJBC, di lintas batas harus menjadi pusat penghubung dan pusat koordinasi, untuk memperkuat seluruh upaya pemerintah dalam fasilitasi perdagangan, serta bagaimana mengurangi ancaman yang melekat pada arus barang, orang, dan alat transportasi lintas batas. Kata “SMART”, tidak hanya memberi pesan DJBC harus “pandai”, namun SMART juga sebagai akronim prinsip-prinsip bagi para pemangku tugas di lintas batas, termasuk DJBC, untuk melaksanakan tugas fungsinya dengan prinsip Secure, Measureable, Automated, Risk-management based dan Technology driven. “arah DJBC kedepan pun sudah sangat jelas, untuk bagaimana mewujudkan semua rencana program kerja kita di 2019 dan selanjutnya, adalah dengan menjadi SMART Customs”, demikian tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *