Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Terbitkan Perizinan KITE Pertama di tahun 2019 kepada PT. Halim Samudra Cemerlang

Semarang (01/02/2019) – Mengawali februari ini, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY menerbitkan perizinan KITE Pengembalian untuk PT. Halim Samudra Cemerlang (HSC). Penerbitan perizinan KITE yang pertama  di tahun 2019 tersebut dilakukan setelah perusahaan mempresentasikan proses bisnisnya di depan Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY yang diwakili oleh Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Juli Tri Kisworini, beserta Tim yang terdiri dari Pengawas Mutu Audit, Kepala Seksi Perijinan II dan III serta Kepala Seksi Intelijen.

Juli menyampaikan bahwa data yang ada pada IT Inventory harus merupakan subsistem dari laporan akuntansi perusahaan bukan merupakan laporan yang terpisah dan data tersebut harus Traceable. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan proses bisnis perusahaan oleh Direktur Utama PT . HSC, Kow Emanza.

PT. Halim Samudra Cemerlang Jayatama merupakan anak perusahaan dari PT. Halim Samudra Interutama yang bergerak di bidang usaha Industri damar buatan (resin sintetis) dan bahan baku plastik, berlokasi di Jalan Penggung – Jatinom KM.01 No. 22 Blanceran, Karanganom, Klaten. Pada akhir tahun 2018, Perusahaan Memiliki Tenaga Kerja sejumlah 78 pekerja yang mana 87% berasal dari Putra Daerah (Klaten) dan 13% dari Luar Daerah namun masih berdekatan (Sukoharjo dan Yogyakarta) dan pada tahun 2019 ini diperkirakan akan meningkat hingga mencapai 84 pekerja. Dalam industi bisnisnya perusahaan berencana untuk melakukan impor bahan baku berupa Calcium, Calcium stereate, Zinc Stereate, PP Copolymers, Polypropylene, HDPE, LLDPE dan LDPE yang nantinya akan diolah menjadi barang jadi berupa CaCO3 MB Halim Haipet (Polyolefin Improver) dan White Masterbatch Compound dan dari hasil produksi tersebut sekitar 15%-20%  akan diekspor ke berbagai Negara seperti Myanmar, Filipina, Jepang dan Korea. HAIPET adalah jenis masterbatch yang terdiri dari 75% – 85% CaCO3 dan 15% – 25% campuran khusus resin polyolefin dengan additive khusus. Barang tersebut digunakan sebagai komponen tambahan untuk resin polyolefin. Untuk memproduksi barang tersebut perusahaan didukung dengan 2 tipe mesin yaitu mesin utama (Kneader dan Extruder) dan mesin penunjang (Boiler, Kompressor, Hopper Dryer dan Forklift).

Setelah selesai mempresentasikan proses bisnisnya kurang dari 1 jam perizinan diterbitkan dan diberikan kepada Direktur Utama Perusahaan. “ Dengan adanya Fasilitas ini kedepan perusahaan bisa lebih bersaing sehingga tenaga kerja bisa lebih sejahtera dan dapat meningkat lagi” Ucap Kow.

Pemberian Fasilitas Fiskal dengan skema KITE ini memang yang pertama di 2019, namun merupakan perijinan yang ke-5 terkait Fasilitas Fiskal kepada industry yang diterbitkan oleh Kanwil Jateng DIY.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *