Bea Cukai Jateng dan DIY Selenggarakan Dialog Kinerja Organisasi

Semarang – Hari ini, Kamis (7/2/2019) Bea Cukai Kanwil Jawa Tengah dan DIY menyelenggarakan Dialog Kinerja Organisasi (DKO) yang dipimpin oleh Kankanwil, Parjiya, dan diikuti seluruh Kepala Bidang / Bagian dan para pejabat Eselon IV. DKO ini merupakan yang pertama di Tahun 2019 setelah ditandatanganinya Kontrak Kinerja Kemenkeu-Two Kepala Kantor Wilayah. DKO merupakan bentuk komunikasi formal antara pimpinan pemilik peta strategi dengan pejabat dan pegawai di bawahnya untuk mendiskusikan pencapaian strategi, kinerja, risiko, dan rencana aksi organisasi yang dilaksanakan secara terstruktur dan berkala.

Dalam pembahasan Laporan Capaian Kinerja Kemenkeu-Two 2019, Parjiya menyampaikan beberapa hal penting yang diantaranya terkait optimalisasi penelitian ulang yang bertujuan selain sebagai upaya optimalisasi penerimaan juga sebagai upaya agar tidak terakumulasinya temuan pelanggaran kepabeanan dan cukai pada saat dilakukan audit. Juga disampaikan terkait Joint Program, agar dilakukan pemetaan terlebih dahulu, gali potensinya, kemudian tentukan mekanisme penyelesaiannya, apakah melalui mekanisme audit atau yang lain. Kepada KPPBC agar mengelola benar perusahaan-perusahaan di wilayahnya yang mendapatkan fasilitas. Kalau ada permasalahan segera diselesaikan jangan sampai menjadi bagian dari masalah. Parjiya juga menambahkan terkait upaya pemberantasan rokok illegal, “kinerja penindakan sangat baik, perlu dilakukan juga upaya pencegahan seperti penyegelan terhadap mesin pembuat rokok yang tidak produktif”, sambungnya.

IKU Kemenkeu-Two Kakanwil terdiri dari 20 IKU dimana sampai dengan DKO kali ini baru 2 IKU dengan status Hijau dan lainnya masih abu-abu yang dikarenakan belum finalnya manual IKU maupun data yang diperlukan, seperti terkait data target penerimaan yang belum didistribusikan ke seluruh KPPBC. Dengan diadakannya DKO secara periodik ini diharapkan dapat meningkatkan Kinerja Organisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *