Tingkatkan Disiplin Pegawai, Bea Cukai Jateng dan DIY Lakukan Internalisasi Aturan Disiplin Pegawai

Semarang – Kamis (14/02/2019) Bea Cukai Jateng DIY menyelenggarakan kegiatan internalisasi aturan tentang ”Penegakan Disiplin Pegawai”. Internalisasi ini menghadirkan nara sumber dari Bidang Kepatuhan Internal yaitu Florentina Yunita selaku Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan dan diikuti oleh pejabat dan pegawai di Kanwil Jateng DIY.

Penyajian materi secara apik telah menghadirkan suasana yang biasanya membosankan menjadi meriah. Bagaimana tidak, di awal sesi para pegawai sudah ditanya beberapa hal yang  selama ini kurang dicermati, seperti waktu / jam istirahat pada hari jumat dan hari non jumat, apakah pakaian dinas seragam merupakan pakaian kerja?, apakah name tag merupakan atribut pakaian dinas seragam?, dll. Nah menariknya, yang kemudian ikut memaparkan materi terkait pertanyaan-pertanyaan tadi adalah sosok pegawai wanita yang cantik dan jago bahasa inggris yang notabene adalah pegawai masih baru, Naoko namanya. Kemunculannya sempat mengundang suara riuh rendah seisi ruangan. Meski demikian, keseriusan pegawai dalam menerima materi selanjutnya tampak sekali. Florentina Yunita kembali menjelaskan sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampui. Selain materi Kode Etik dan Kode Perilaku PNS, juga disampaikan materi tentang Penegakan Disiplin Pegawai. Kode etik dan kode perilaku PNS yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.01/2018 ini disusun dengan tujuan untuk mencegah pelanggaran disiplin dan menjaga martabat serta kehormatan PNS. Kode etik dan kode perilaku PNS di lingkungan Kementerian Keuangan dibangun berdasarkan 5 kode etik yaitu nilai integritas, prosefesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan, sebagaimana biasa kita sebut sebagai Nilai- Nilai Kementerian Keuangan. Ketentuan penegakan disiplin di lingkungan DJBC diatur dalam Surat Edaran Dirjen Bea dan Cukai Nomor SE-14/BC/2018. Secara garis besar muatan Surat Edaran tersebut mengatur 3 (tiga) hal yaitu penggunaan pakaian dinas seragam (PDS), pakaian kerja, dan pakaian olah raga, ketentuan hari dan jam kerja serta sikap pegawai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *