PPKP: Mengembangkan Kualitas Pegawai dengan Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja

Semarang – Kepala Subbagian Kepegawaian, Manif Istopo Kamis siang ini (21/02/2019) menjadi narasumber dalam acara PPKP yang diselenggarakan di Aula Kanwil. Manif menyampaikan materi tentang ”Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja” berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 127/KMK.01/2013.

Telah kita ketahui bersama, Kemenkeu telah memiliki budaya kerja yang sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam bekerja. Budaya-budaya tersebut yaitu pertama: satu informasi setiap hari, kedua: dua menit sebelum jadual, ketiga: tiga salam setiap hari, keempat: rencanakan, kerjakan, monitor dan tindaklanjuti, dan kelima: ringkas, rapi, resik, rawat, rajin.

Budaya kerja Kemenkeu yang kelima yaitu ringkas, rapi, resik, rawat, rajin (5R) / seire, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke (5S) dijelaskan lebih detail dalam kesempatan tersebut. Budaya 5R/5S tersebut diterapkan dengan tujuan antara lain agar area kerja lebih nyaman, memaksimalkan ruang untuk penyimpanan, efisiensi waktu dan penggunaan peralatan kantor, meningkatkan produkvitas. Manif juga menyampaikan tentang perubahan pola pikir yang membuat orang tidak dipromosikan/berkembang yaitu paradigma senioritas vs paradigma kontribusi, penguasaan “keterampilan teknis” vs “keterampilan non-teknis”, mentalitas anak-anak, dan no easy success. Dalam kesempatan terakhir, Manif menyampaikan kutipan dari Sven Goran Eriksson ”The greatest barrier to success is the fear of failure”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *