Mendukung Optimalisasi Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Bea Cukai Jateng DIY Gelar Sosialisasi Bersama Disperindag Jateng

Purwodadi (06/03/2019) – Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan edukasi ketentuan di bidang cukai dan perlindungan konsumen bagi organisasi masyarakat, pelajar, organisasi kepemudaan, pelaku usaha dan stakeholder di lingkungan Wilayah Industri Hasil Tembakau. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2019, di hotel Kyriad Grand Master Purwodadi ini mengusung tema “Saatnya Konsumen Indonesia Berdaya”. Sosialisasi kali ini diikuti oleh anggota organisasi masyarakat, anggota organisasi pemuda dan pengusaha UMKM, serta mengundang beberapa narasumber dari berbagai instansi. Turut Hadir sebagai narasumber adalah Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, M. Hakim Satria.

Sebelum memberikan materi tentang cukai, Hakim terlebih dahulu menjelaskan mengenai 4 fungsi Bea Cukai, pertama yaitu trade facilitator, dimana bea cukai mempunyai peran untuk memberikan fasilitas perdagangan antara lain berupa peningkatan arus barang impor dan ekspor sehingga dapat menekan ekonomi biaya tinggi yang pada akhirnya akan menciptakan iklim perdagangan yang kondusif. Kedua yaitu industrial assistance, dimana bea cukai berperan untuk memberikan dukungan dan asistensi kepada industry a.l. seperti pemberian fasilitas fiskal melalui perijinaan fasilitas Kawasan Berikat, Kemudahan Impor Tujuan Ekspor, dll, sehingga tercipta industry yang memiliki keuunggulan kompetitif di pasar international. Ketiga yaitu revenue collector, dimana bea cukai berperan untuk menghimpun penerimaan Negara seperti bea masuk, bea keluar, cukai dan pajak dalam rangka impor. Keempat adalah community protector, dimana bea cukai mempunyai fungsi untuk melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang illegal dan berbahaya seperti  narkotika, psikotropika, dll.

Hakim selanjutnya memaparkan materi terkait ketentuan umum di bidang cukai. Dijelaskan mengenai konsep dasar  cukai, bahwa cukai merupakan pungutan Negara yang dikenakan terhadap barang tertentu yang mempunyai sifat dan karakteristik tertentu, yang ditetapkan dalam Undang-undang.  Sifat dan karakteristik yang dimaksud adalah konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negative bagi masyarakat atau lingkungan, atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan Negara demi keadilan dan keseimbangan. Selain menjelaskan jenis-jenis barang kena cukai, Hakim juga menjelaskan tentang jenis-jenis rokok illegal.

Dengan terselenggaranya acara ini diharapkan agar masyarakat makin mengetahui tugas dan fungsi bea cukai, serta memahami aturan di bidang cukai khususnya berkaitan dengan peredaran rokok illegal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *