Kanwil Jateng DIY Terbitkan Perijinan Fasilitas Kawasan Berikat Kepada PT. Jinlin Luggage Indonesia

Semarang (12/03/2019) – Untuk mendukung pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha, Kantor Wilayah DJBC Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta bertekad akan terus memfasilitasi dan memberikan asistensi kepada industry. Pemberian fasilitas fiskal kepada perusahaan khususnya yang berorientasi ekspor kini lebih mudah dan lebih cepat. Proses perijinan Kawasan Berikat kini dapat diperoleh melalui kantor wilayah dan hanya dalam 3 hari dan 1 jam.

Kini giliran PT. Jinlin Luggage Indonesia yang mendapatkan perizinan sebagai perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat. Perijinan ini merupakan yang ke-6 yang telah diterbitkan Kanwil Jateng DIY di Tahun 2019. Perizinan tersebut didapatkan setelah perusahaan selesai melakukan presentasi proses bisnisnya di hadapan Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY yang diwakili oleh Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Juli Tri Kisworini beserta tim yang terdiri dari Pengawas Mutu Audit, Kasi Intelijen, Kasi Perijinan dan Fasilitas I, Perwakilan KPPBC TMP Semarang dan perwakilan dari KPP Pratama Semarang Barat. Presentasi bisnis oleh perusahaan baru tersebut dilakukan di ruang rapat Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY pada hari hari ini Selasa, 12 Maret 2019. Sebelum dilakukan presentasi perusahaan, Juli Tri Kisworini menekankan bahwa perusahaan harus memiliki IT Inventory yang berpedoman pada Perdirjen Bea dan Cukai Nomor 09/BC/2014 yaitu harus real time, kontinyu, bisa mentrasir dokumen pabean (traceable), serta merupakan subsistem dari system akuntansi perusahaan.

PT. Jinlin Luggage Indonesia merupakan perusahaan baru yang bergerak di bidang Industri barang dari kulit dan kulit buatan untuk keperluan pribadi yang hasil produksinya berupa tas (back packs dan luggage). Perusahaan ini didirikan pada awal tahun 2019, terletak di Kawasan Industri Candi Blok 8 No.1 Jl. Gatot Subroto, Ngaliyan, Semarang dan memiliki lokasi seluas 35.951 m2. Saat ini perusahaan hanya memiliki 1 pabrik yang terdiri dari 8 Production lines, 600 tenaga kerja lokal, 500 sewing machine dan 60 computerized machine bahkan hingga saat ini pun perusahaan masih belum melakukan produksi, namun untuk selanjutnya perusahaan sudah merencanakan akan memproduksi lebih dari satu brand yakni Away/SK, Desley, Wenger, Vera Brandly dan Swiss Army dengan tujuan pemasaran ke beberapa Negara di wilayah Amerika, Eropa dan Asia serta akan menambah kuantitas pabrik sehingga menjadi 2 pabrik dengan 23 Production lines, 1200 pekerja lokal, 1000 sewing machine dan 120 Computerized Machine. Perusahaan mempunyai harapan besar dengan adanya fasilitas fiskal ini. Disamping dapat meningkatkan ekspor karena otomatis harga produknya lebih mempunyai daya saing yang pada akhirnya ikut menyumbang perbaikan neraca perdagangan, juga mempunyai dampak ekonomi yang baik lainnya. Dengan meningkatnya ekspor, akan meningkatkan order dan kapasitas produksi, akan membutuhkan tambahan tenaga kerja, serta akan menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *