Ini Dia Produk Potensial Ekspor Baru dan Yang Dapat Memperoleh Fasilitas KITE IKM di Jawa Tengah

Semarang (22/03/2019) – Sekitar 20 pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) / Industri Kecil Menengah (IKM) potensial di wilayah Jawa Tengah yang merupakan binaan dari Disperindag Provinsi Jateng, berniat untuk menjadi eksportir. Bahkan beberapa diantaranya sudah menjadi eksportir pemula. Mereka berasal dari berbagai wilayah kabupaten/kota di Jateng seperti Jepara, Kendal, Blora, Banjarnegara, dll. Produk mereka bermacam-macam seperti sambal kemasan merk chilia, bolu lapis kering dan bagelen havermout merk dien dien, abon ayam buana cap ayam, kripik pegagan rendeng nggunung, kripik durian merk kripon, stik, minuman  dan manisan nanas madu merk river, tepung mocaf (mocafine), gula semut srikandi, susu olahan kedelai, the kurma, dll.

Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY yang difasilitasi oleh Disperindag Provinsi Jateng pada tanggal 21 Maret 2019 memberikan sosialisasi tentang prosedur ekspor sekaligus mengkampanyekan “Legal Itu Mudah” kepada para pengusaha tersebut. Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Jateng DIY, Anton selaku nara sumber pada kegiatan ini memberikan materi tentang ketentuan-ketentuan kepabeanan di bidang ekspor, fasilitas-fasilitas fiskal dan non fiskal yang bisa diterima, dan kemudahan-kemudahannya. Terlebih dahulu Anton menyampaikan bahwa negara sejak dahulu, khususnya setelah lahir UU Nomor 10 Tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan telah mendukung dan mendorong ekspor. Berbeda dengan impor, terhadap barang ekspor dilakukan pemeriksaan fisik seminimal mungkin. Hal ini untuk menjamin kecepatan, kepastian dan kemudahan dalam proses ekspor, sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar global.

Menurut Anton, ada beberapa produk yang potensial untuk dapat segera diekspor. Hal ini mengingat sudah ada permintaan atau telah tersedia peluang untuk memasok sebanyak 3 kontainer per minggu ke amerika, yaitu produk tepung mocaf dari banjarnegara. Ada juga produk yang potensial untuk melakukan ekspor dengan menggunakan fasilitas KITE IKM. Produk ini adalah teh kurma, dimana bahan baku kurma berasal dari impor dan teh dari lokal. Demikian juga dengan produk olahan kedelai. Produk tersebut menggunakan bahan baku utama berupa kedelai yang berasal dari impor. Dengan menggunakan fasilitas KITE IKM produk mereka akan dapat lebih bersaing di pasar global, mengingat pada saat impor bahan bakunya mendapat fasilitas fiskal berupa pembebasan bea masuk dan tidak dipungut PPN. Kepada para pengusaha diminta agar dalam melakukan kegiatan usahanya selalu mematuhi peraturan yang berlaku khususnya nanti jika melakukan kegiatan ekspor maupun impor. Taatlah pada peraturan, jika ada permasalahan segera bertanya atau diskusikan dengan petugas bea cukai. Bea cukai akan siap melayani dengan baik tanpa biaya. “Tidak ada yang susah, legal itu mudah”, jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *