Pesan Kakanwil Jateng DIY Kepada 16 Pejabat Eselon V Yang Baru Dilantik: Tanamkan Sikap Dasar dan Kebaikan-Kebaikan Dalam Hati Untuk Kebaikan Organisasi

Semarang – Kepala Kanwil Jateng DIY, Parjiya hari ini 2 April 2019 memberikan arahan kepada 16 Pejabat Eselon V yang baru saja dilantik. Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY ini penting dilakukan yaitu untuk menyatukan persepsi dan semangat dalam mengemban tugas di tempat yang baru. 16 Pejabat Eselon V ini sebelumnya mendapat gilirian mutasi di lingkungan Kanwil Jateng DIY. Mutasi ini perlu dilakukan tidak hanya untuk tour of duty namun juga untuk memenuhi atau menyesuaikan dengan kebutuhan organisasi terkini.

Hal ini ditegaskan kembali oleh Parjiya bahwa penyelenggaraan mutasi bertujuan utama untuk kepentingan institusi Bea Cukai, sehingga sudah menjadi kewajiban bagi setiap ASN untuk menjalankannya. Untuk menyamakan persepsi dan semangat, Parjiya menyampaikan beberapa hal penting antara lain tentang target penerimaan tahun 2019 yang menantang, dimana Kanwil Jateng DIY diberikan target sebesar Rp.40.4 T. Sebanyak Rp.38.17 T atau sebesar 94.48% diantaranya merupakan target penerimaan cukai. Target peredaran rokok illegal juga sangat berat yaitu sebesar 3% secara nasional. Diperlukan kerja keras dan sinergi seluruh pegawai untuk mewujudkannya. Parjiya juga meminta perhatian terkait pembinaan dan penegakan IT Inventory. Bulan pembinaan IT Inventory agar lebih digencarkan dalam rangka standarisasi IT Inventory tahun 2019. IT Inventory ini selain untuk keperluan pelayanan dan pengawasan yang lebih optimal ke depan, juga memang sebagai sarana untuk pembinaan, agar jika ada kesalahan atau ketidaksesuaian bisa terdeteksi atau ditemukan sejak awal, sehingga dapat segera diperbaiki dan tidak menimbulkan temuan / tagihan yang besar di masa yang akan datang.

Sebagai penutup, Parjiya menghimbau agar bekerja dengan penuh kehati-hatian, memastikan pengambilan keputusan sudah dipertimbangkan dengan matang khususnya berkaitan dengan penyidikan agar meminimalisir upaya perlawanan hukum. “Sikap dasar bea cukai harus menjadi sikap yang mendasari kinerja kita, tanamkan kebaikan-kebaikan dalam hati agar bea cukai yang makin baik ini tidak kembali ke masa lalu yang tidak baik,” demikian pesannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *