Bea Cukai Jateng DIY Ungkap Modus Pengiriman Rokok Ilegal Antar Pulau Yang Rugikan Negara Milyaran Rupiah

Surakarta (15/05) – Sinergi Bea Cukai di wilayah Jateng DIY berhasil gagalkan upaya peredaran rokok ilegal oleh sindikat perdagangan rokok illegal antar pulau yang berpotensi rugikan negara senilai Rp2.6 Milyar. Rokok illegal ini terdiri dari 6.643.200 batang rokok jenis SKM dan SKT berbagai merek dalam keadaan dilekati “jempel” (kertas yang seolah-olah difungsikan sebagai pita cukai) maupun tanpa dilekati pita cukai. Hal ini diungkap Bea Cukai saat Konferensi Pers di KPPBC Surakarta pada Rabu, 15 Mei 2019.

Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY, Parjiya mengungkapkan bahwa rokok illegal ini berasal dari wilayah Malang dan Jepara yang kemudian ditampung atau disimpan di Solo yang akhirnya akan dikirim ke Pulau Bangka. “Awal penindakan rokok illegal ini dilakukan di ruas tol Semarang  – Batang pada 4 Maret 2019, dan diketahui barang berasal dari solo, setelah dikembangkan lagi ternyata berasal dari Jepara dan Malang. Dari hasil pengembangan yang dilakukan akhirnya saat ini kita saksikan pelaku dari Jepara, pengepul di solo,  pengangkut, bahkan pembeli dari Bangka berhasil kita tangkap. Kita berharap nanti ini semuanya terungkap. Cara penindakan seperti ini akan kita lakukan terus”, jelas Parjiya kepada awak media.

Dari penindakan ini Bea Cukai berhasil mengamankan 5 tersangka berinisial HF (pemilik barang dari Jepara), DA (pembeli barang dari Bangka), AP (penimbun rokok di Solo), AL dan KM (pengangkut barang) beserta barang buktinya. Bea Cukai dalam penanganan perkara ini juga berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Sukoharjo. Saat ini ada 5 berkas dengan status P21, dan akan segera didaftarkan di Pengadilan Negeri Sukoharjo. Hal ini sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo, Tatang AV.”Ada 5 berkas dan sudah P21. Karena tindak pidana ini berada di wilayah kejaksaan negeri sukoharjo, maka akan kita daftarkan perkara ini di pengadilan negeri sukoharjo dan hari ini akan dilakukan serah terima tersangka dan barang bukti di Kejaksaan Negeri sukoharjo”, demikian penjelasannya.

Bea Cukai bersinergi dengan aparat penegak hukum lain seperti TNI, POLRI, dan SATPOL PP akan terus gencar melakukan penindakan terhadap upaya peredaran rokok illegal. Menteri Keuangan Sri Mulyani menargetkan agar peredaran rokok illegal dapat ditekan dari 7.04% di 2018 menjadi 3% di 2019. Dengan berkurangnya rokok illegal maka pangsa pasarnya akan diisi oleh rokok legal, dan itu akan berimbas pada naiknya penerimaan cukai. Namun sebaliknya jika keberadaan rokok illegal semakin banyak maka mendistorsi penerimaan cukai, sehingga Pajak Rokok dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang akan diterima Pemerintah Daerah juga akan turun, sehingga dapat mengganggu pembangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *