Pengawasan

Sinergi Bea Cukai Jateng dan Pomdam IV Diponegoro Berhasil Sita 1.6 Milyar Rokok Ilegal

Semarang (29/08/2019) – Setelah sepekan kemarin berhasil gagalkan peredaran rokok illegal senilai 1.3 Milyar, Bea Cukai Jateng yang diback up Tim Pomdam IV Diponegoro kembali berhasil gagalkan peredaran rokok illegal senilai Rp1.66 Milyar. Kerugian Negara yang ditimbulkan diperkirakan sebesar Rp1 Milyar. “ini merupakan hasil operasi gempur yang dilakukan Tim Gabungan Bea Cukai Wilayah, Bea Cukai Semarang dan Bea Cukai Kudus di wilayah Kota Semarang dan Jepara”, ungkap Parjiya, Kepala Kantor Wilayah Jateng DIY di kantornya pada Kamis 29 Agustus 2019.

Parjiya kemudian menceritakan kronologi penggagalan peredaran rokok illegal tersebut. “Informasi awal dari masyarakat berhasil dikembangkan oleh petugas. Rokok illegal yang diangkut oleh sebuah truk dari daerah Pecanangan Jepara tersebut akhirnya bisa ditindak di pintu masuk Tol Tg. Emas – Srondol, Sawah Besar, Gayamsari. Didapatilah rokok illegal disitu. Tidak berhenti disitu. Dari hasil pengembangan, tim gabungan langsung bergerak ke daerah Pecanangan Jepara. Disana ditemukanlah rokok illegal dalam sebuah bangunan rumah yang merupakan asal muatan dari truk yang ditindak tadi”, ungkap Parjiya.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng DIY, Parjiya menceritakan kerugian yang diakibatkan adanya rokok illegal. “Kerugian yang diakibatkan oleh rokok illegal itu banyak sekali. Kalau rokok illegal ini berhasil beredar, Pemerintah Pusat akan rugi karena penerimaan cukai yang merupakan salah satu tulang punggung APBN bisa tidak tercapai.  Pemerintah Daerah (Pemda) juga rugi karena Pajak Rokok yang menjadi haknya juga hilang. Selain itu Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang akan diterima Pemda juga akan berkurang”, jelas Parjiya. Parjiya juga menyebutkan bahwa keberhasilan penindakan ini juga merupakan buah sinergi dengan Pemprov Jateng dan Aparat Penegak Hukum.

Sementara itu Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jateng DIY, Gatot Sugeng Wibowo membeberkan modus dan jumlah barang yang berhasil diamankan. “Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, petugas memperoleh 2.328.000 batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) berbagai merk, dengan total perkiraan kerugian Negara mencapai Rp.1.664.520.000. Modus yang digunakan pelaku kali ini adalah polos atau tanpa dilekati pita cukai”, bebernya.

Gatot menambahkan bahwa barang bukti hasil penindakan dan para terperiksa saat ini diamankan ke Kantor Bea Cukai untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Comment here