Antusiasme Pengusaha Jateng DIY Jadi KB Mandiri Terkendala Profil Risiko Layanan

Semarang (10/09) – Menindaklanjuti Focus Group Discussion tentang Kawasan Berikat (KB) Mandiri yang diadakan oleh Bea Cukai Jateng DIY, Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta Sucipto mengadakan sosialisasi KB Mandiri di Yogyakarta pada Jumat 6 September 2019 di Aula Bea Cukai Yogyakarta, dengan tujuan untuk mengajak para pengusaha KB untuk meningkatkan statusnya menjadi KB Mandiri. Sosialisasi ini mendatangkan narasumber Juli Tri Kisworini yang merupakan Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jateng DIY.

Sucipto membeberkan antusiasme para pengusaha KB di wilayahnya untuk menjadi KB Mandiri dan kendala-kendalanya. “Dari komunikasi yang sudah kami lakukan kepada seluruh pimpinan perusahaan, responnya sangat positif dan mereka sangat antusias untuk mendapatkan fasilitas KB Mandiri, namun terkendala status profil risiko layanan”, bebernya. Sucipto menjelaskan bahwa perusahaan KB di Yogyakarta terkendala dengan profil risiko layanan. Rata-rata perusahaan memiliki profil risiko layanan pada tingkat medium risk dan high risk karena komoditi yang dihasilkan serta lokasi perusahaan yang bukan di kawasan industry, sementara salah satu syarat menjadi KB Mandiri, perusahaan harus mempunyai profil risiko layanan low risk.

Sementara itu Juli Tri Kisworini menyampaikan tanggapan atas kendala yang disampaikan tersebut. “banyak perusahaan yang sebenarnya sudah dapat memenuhi syarat atau kriteria menjadi KB Mandiri, tidak hanya di Yogyakarta namun di seluruh Jateng DIY. Profil risiko layanan low risk memang menjadi salah satu syarat utama menjadi KB Mandiri. Sementara banyak perusahaan yang tergolong dalam kategori medium risk karena sifat komoditi yang dihasilkan dan lokasi perusahaan yang berada di luar Kawasan Industri”, jelasnya. Juli menambahkan bahwa permasalahan tersebut telah disampaikan kepada Pimpinan selaku pihak pengambil kebijakan di Kantor Pusat DJBC. “kendala tersebut sudah kami eskalasi ke Kantor Pusat dan akan dikaji lebih lanjut”, ungkapnya.

Para pengusaha yang hadir Nampak tertarik dengan status KB Mandiri ini. Mereka sudah memahami manfaat dari KB mandiri, dimana dalam operasional dan pelayanan yang melibatkan petugas Bea Cukai, dapat dilakukan secara mandiri tanpa harus menunggu petugas Bea Cukai. Ini akan sangat membantu perusahaan. Mereka dapat melakukan operasional dan layanan 24/7 secara mandiri, sehingga arus barang dan dokumen lebih cepat dan efisien.

Dengan KB Mandiri maka tidak perlu lagi ada petugas Bea Cukai yang menunggui KB. Manfaat akan dirasakan baik oleh perusahaan maupun Bea Cukai. Perusahaan dapat menjalankan kegiatannya lebih cepat dan efisien, sementara Bea Cukai tidak lagi terkendala permasalahan jumlah SDM dan anggaran yang tidak cukup untuk mengawasi dan melayani KB. Dengan demikian diharapkan perusahaan dapat menjaga kepercayaan dari Pemerintah dengan tidak menyalahgunakan fasilitas, dan dapat tumbuh dengan lebih baik sehingga investasi dan ekspor juga dapat ditingkatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *