FasilitasPelayananPenerimaanPengawasan

Sampai Dengan Agustus 2019 Bea Cukai Jateng DIY Berhasil Amankan Rp30.8 Milyar Rokok Ilegal

Semarang (18/9/2019) – Bea Cukai Jateng DIY berhasil amankan rokok illegal senilai Rp30.8 Milyar. Operasi dengan sandi Gempur Rokok Ilegal ini dilakukan Bea Cukai bersinergi dengan Pemda, TNI, POLRI, PPATK, dan Aparat Penegak Hukum lainnya serta masyarakat dalam kurun waktu Januari s.d. 31 Agustus 2019. “Rokok illegal yang berhasil diamankan senilai Rp30.8 Milyar, dengan potensi kerugian Negara mencapai Rp20.57 Milyar. Rokok illegal yang dimankan sekitar 47 juta batang”, demikian ungkap Parjiya, Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng DIY pada Rabu 18 September 2019 di Gedung Keuangan Negara Semarang I, Jawa Tengah.

Parjiya yang hadir dalam acara Konferensi Pers tentang APBN 2018 dan RAPBN 2019 bersama para Kakanwil di Lingkungan Kementerian Keuangan Jawa Tengah ini mengatakan kepada awak media bahwa rokok illegal yang berhasil diamankan tersebut berasal dari 249 penindakan di berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY. “249 Penindakan berhasil dilakukan di berbagai daerah. Ini juga merupakan sinergi Bea Cukai Kanwil dengan KPPBC Kudus, Magelang, Semarang, Surakarta, Tanjung Emas, Yogyakarta, Tegal, Purwokerto, dan Cilacap”, jelasnya.

Sementara itu menjawab pertanyaan beberapa awak media terkait bagaimana mengantisipasi naiknya rokok illegal dengan adanya kenaikan tariff cukai yang tinggi, dan apakah Bea Cukai dapat mencapai target penerimaan, Parjiya menjawab bahwa Bea Cukai akan menguatkan sinergi dengan seluruh aparat penegak hukum. Bea Cukai tidak akan kendor melakukan penindakan dari hulu sampai hilir, serempak seluruh Indonesia, agar ruang rokok illegal semakin sempit. “Namun masyarakat perlu tahu bahwa penindakan rokok illegal ini tidak mudah. Beberapa kali kami mendapat perlawanan hokum, seperti Pra peradilan, TUN, dll. Yang perlu digarisbawahi bahwa seandainya dalam gugatan tersebut kami kalah karena cacat prosedur dll, bukan berarti tindakan para pengusaha rokok illegal itu benar. Ini yang harus diluruskan dan diketahui masyarakat. Ilegal itu tetap salah. Mereka tidak membayar cukai, pajak rokok, dan PPnHT yang semuanya untuk APBN, milik kita semua, untuk pembangunan, untuk masyarakat seluruh Indonesia”, jelasnya.

Mengakhiri sesi tanya jawab dengan media, Parjiya menambahkan bahwa s.d. akhir tahun penerimaan Bea Masuk dan Bea Keluar secara nasional tidak akan mencapai target. BM dan BK diprediksi short fall sebesar Rp3 Triliyun. Sedangkan Cukai akan surplus Rp. 1Ttiliyun. Secara total masih akan minus Rp2 Triliyun. “Kenaikan tariff cukai sebesar rata-rata 23% di 2020 selain akan menaikkan penerimaan pada 2020 juga akan menyumbang penerimaan pada akhir 2019 ini. Perusahaan rokok akan memesan pita cukai di akhir tahun dalam jumlah banyak sesuai kapasitas produksinya yang direncanakan, untuk mendapatkan tariff sebelum kenaikan. Sehingga diharapkan secara total DJBC dapat mencapai target di akhir tahun nanti”, pungkas Parjiya optimis.

Comment here