Penerimaan

Perkuat Sinergi DJBC-DJP, Bea Cukai Jateng DIY Gelar Lokakarya “Transfer Pricing”

SEMARANG (02/10) – Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penetapan Nilai Pabean, pada Senin, 30 September  2019 Bea Cukai Jateng DIY melaksanakan kegiatan lokakarya dengan tema “Transfer Pricing, Teori dan Penerapan dalam Audit Kepabeanan yang bertempat di Ruang Media Center Kanwil Bea Cukai Jateng DIY. Lokakarya ini juga dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan Joint Program terkait Program Sinergi Reformasi DJP dan DJBC.

Parjiya, Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY mendorong agar sinergi antara DJP dan DJBC untuk kepentingan Negara dan masyarakat ini terus diperkuat. “Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dari DJBC-DJP. ini adalah bentuk sinergi kita dan merupakan bagian untuk mengoptimalkan penerimaan Negara, untuk kepentingan negara dan masyarakat”, ujarnya saat membuka lokakarya tersebut.

Narasumber dari DJP, Herawan Yunendra menyampaikan tentang prilaku perusahaan terkait transfer pricing. “transfer pricing merupakan kebijakan perusahaan dalam menentukan harga transfer atas transaksi barang, jasa, harta tidak berwujud maupun transaksi finansial yang menjadi aktivitas perusahaan. Melalui penerapan transfer pricing, perusahaan akan melakukan pelaporan rugi untuk menghindari pembayaran pajak”, ungkapnya. Potensi hilangnya penerimaan negara karena perilaku perusahaan multinasional untuk menghindari pungutan dalam rangka impor seperti menetapkan harga yang lebih rendah guna mengurangi pungutan bea masuk, atau menetapkan harga yang tinggi guna pengalihan keuntungan dari pungutan pajak terutama PPh Badan, perlu diantisipasi bersama. “DJBC dan DJP perlu bersinergi guna mengamankan sumber penerimaan negara dari kegiatan impor”, pungkasnya.

Disamping menambah kualitas SDM, kegiatan lokakarya ini diharapkan dapat menguatkan koordinasi dan sinergi antara DJBC dan DJP guna mengoptimalkan penerimaan negara utamanya di bidang impor. Sinergi yang kuat akan berdampak langsung pada penerimaan Negara. Penerimaan DJP dan DJBC merupakan tulang punggung APBN. APBN yang kuat membuat pembangunan dapat berjalan, membuat Negara kuat dan rakyat menjadi makmur.

Comment here