Fasilitas

Kerjasama Bilateral Indonesia-Chile Tingkatkan Peluang Bisnis Pelaku Usaha Indonesia

Semarang (03/10) – Kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Chile salah satunya dibidang kepabeanan yaitu adanya perjanjian kemitraan berupa penetapan tarif bea masuk Indonesia-Chile yang dinilai menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan ekspornya dan memperluas pasaran di luar negeri. Hal ini disampaikan M Hakim Satria, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai dalam sambutannya pada acara Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 105/PMK.010/2019 tentang Penetapan Tarif Bea Masuk Indonesia – Chile yang diselenggarakan oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) bekerjasama dengan dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (UNDIP) pada hari Kamis, 03 Oktober 2019 bertempat di ruang sidang utama Dekanat, FEB Lantai 2 UNDIP Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Bea Cukai di Semarang, Mahasiswa UNDIP dan Pelaku Usaha di Jawa Tengah.

Hakim menyampaikan bahwa dengan dilakukannya perjanjian kemitraan antara Indonesia dan Chile hal ini menunjukkan bahwa akan ada fasilitas-fasilitas perdagangan yang dilakukan oleh kedua negara. ”Kerjasama antara Indonesia dan Chile akan memberikan fasilitas perdagangan salah satunya dalam hal penetapan tarif bea masuk untuk komoditi tertentu. Kerjasama ini juga menunjukkan bahwa Indonesia sudah mulai melirik negara-negara selain Amerika dan Cina untuk dijadikan pasar ekspornya”, jelasnya.

Chile merupakan mitra perdagangan terbesar ketiga bagi Indonesia di kawasan Amerika Selatan setelah Brasil dan Argentina. Mengutip dari data Badan Pusat Statistik dan Kementerian Perdagangan terkait perdagangan Indonesia dan Chile tahun 2018 bahwa ekspor Indonesia ke Chile mencapai USD 159 Juta dan impor mencapai USD 115,1 Juta. Hasil dari adanya perjanjian kemitraan antara Indonesia dan Chile ini yaitu bahwa Chile menghapuskan tarif bea masuk terhadap 7.669 produk asal Indonesia seperti produk pertanian, perikanan dan manufaktur serta Indonesia menghapuskan tarif bea masuk terhadap 9.308 produk asal Chile. Proyeksi peningkatan perdagangan Indonesia dan Chile diperkirakan akan naik hingga 32% hingga tahun 2022 dan ini dinilai akan menjadi peluang bagi para pelaku usaha di Indonesia untuk dapat meningkatkan ekspornya.

Dengan adanya acara tersebut diharapkan para pelaku usaha khususnya di daerah Jawa Tengah dapat memanfaatkan peluang untuk dapat meningkatkan bisnisnya khususnya bisnis yang memiliki potensi ekspor ke Chile. Tidak hanya itu para mahasiswa juga diharapkan bisa memunculkan inovasi yang dapat meningkatkan perekonomian khususnya dibidang ekspor sehingga nilai devisa ekspor dan perekonomian di Jawa Tengah dapat meningkat.

Comment here