Pengawasan

Dapat Dana Hibah Dari Pemprov Jateng, Bea Cukai Sita Lagi Rokok Ilegal Rp.2.2 Milyar Di 3 Lokasi Berbeda

Semarang (5/11/2019) – Bea Cukai Kanwil Jateng DIY bekerja sama dengan KPPBC Semarang dan dibackup Pomdam IV Diponegoro kembali menyita rokok illegal senilai Rp2.2 Milyar di 3 lokasi berbeda secara beruntun pada tanggal 30 hingga 31 Oktober 2019. Penyitaan pertama dilakukan di Rest Area KM 360 Jl Tol Semarang – Batang. Yang kedua di sebuah bangunan di Dusun Brayo Timur Kendal, dan yang  ketiga dilakukan di Rest Area KM 294 Jalan Tol Pejagan – Pemalang.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng DIY, Parjiya memberikan pernyataan tentang operasi gabungan ini. “Operasi gabungan antara Bea Cukai Kanwil dengan KPPBC Semarang dan dibackup Pomdam IV Diponegoro ini merupakan operasi yang didanai dari dana hibah Pajak Rokok yang kami terima dari Pemprov Jateng. Pada 17 Juni 2019 lalu Wakil Gubernur secara simbolis menyerahkan dana hibah kepada kami sebesar Rp.1.5 Milyar untuk penegakan hokum di bidang cukai. Operasi dengan dana hibah ini bukan yang pertama, penindakan rokok senilai Rp2.66 Milyar sebelumnya juga dari dana hibah ini. Kami akan terus bersinergi dengan Pemda dan aparat penegak hukum untuk terus memberangus rokok illegal ini”, tegasnya.

Parjiya tak bosan-bosannya mengajak kepada para pengusaha rokok illegal dan seluruh pihak terkait agar berhenti berusahan secara illegal. “Legal itu mudah, mari kami bantu menjadi pengusaha yang legal. Ilegal itu salah karena tidak membayar cukai, pajak rokok, dan PPnHT yang semuanya untuk APBN, milik kita semua, untuk pembangunan, untuk masyarakat seluruh Indonesia. Jadilah pengusaha yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan malah sebaliknya mengambil hak masyarakat”, ajaknya.

Sementara itu Gatot Sugeng Wibowo, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jateng diy membeberkan kronologi penindakan yang dilakukan. “Informasi awal dari masyarakat kemudian kami analisis dan tindaklanjuti secara hati-hati. Koordinasi segera kami lakukan dengan KPPBC Semarang dan Pomdam IV Diponegoro. Setelah sekian lama mengamati, akhirnya pada tanggal 30 Oktober 2019 pkl. 19.00 WIB petugas berhasil mengamankan rokok sejumlah 408.000 batang yang terdiri dari 384.000 batang dengan merk “S3” yang dilekati “jempel” atau kertas yang difungsikan sebagai pita cukai (palsu), dan 24.000 batang rokok merk “GS” yang dilekati pita cukai palsu pada sebuah truk di Rest Area Km 360, Jln. Tol Semarang-Batang, Gondang, Kec. Subah, Kab. Batang. Dari sini kemudian kami kembangkan ke tempat pemuatan asal rokok tadi. Akhirnya pada pkl. 21.00 WIB, petugas berhasil mengamankan lagi rokok sejumlah 708.000 batang dengan merk “SM Bold” tanpa dilekati pita cukai (rokok polos) di sebuah bangunan di Dusun Brayo Timur Rt 01 Rw 03 Kertosari Singorojo Kendal. Operasi kami tidak berhenti sampai di sini. Tim gabungan tetap waspada terhadap setiap informasi dan pergerakan yang ada. Hingga pada pkl. 01.30 WIB 31 Oktober 2019 dini hari, petugas kembali berhasil mengamankan rokok dengan jumlah lebih besar yaitu 1.960.000 batang dengan merk “Luffman Classic Mild Bold” tanpa pita cukai (rokok polos) pada sebuah truk di Rest area km 294 Jalan Tol Pejagan Pemalang, Kertasari, Kec. Suradadi. Kota Tegal”, jelasnya secara rinci.

Lebih lanjut Gatot menginformasikan bahwa total Barang Hasil Penindakan adalah sebanyak 3.076.000 btang rokok illegal jenis SKM, dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp.2.199.340.000, dan total potensi kerugian Negara sebesar Rp1.452.071.940. Seluruh barang saat ini diamankan di Kanwil DJBC Jateng DIY untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu petugas juga mengamankan 5 (lima) orang terperiksa dari 3 lokasi penindakan, yaitu dengan inisial A, Y, S, G dan H. Seluruhnya diamanakan dan dibawa ke Kantor Wilayah DJBC Jateng DIY untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa Bea Cukai sepanjang tahun 2019 ini sedang melakukan operasi Gempur Rokok Ilegal secara serempak di seluruh Indonesia. Hal ini untuk menekan peredaran rokok illegal di pasaran ke angka 3% di 2019 sebagaimana ditargetkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Tidak hanya untuk mengamankan keuangan Negara namun juga untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan menciptakan rasa keadilan bagi pelaku usaha.

Comment here