Lain-lainPelayananPenerimaanPengawasan

Bea Cukai Jateng DIY Gelar DKO Spesial, Dipimpin 2 Kakanwil

Semarang (7/11/2019) – Dialog Kinerja Organisasi (DKO) merupakan kegiatan rutin bulanan yang selalu dilaksanakan pada setiap awal bulan. Namun kali ini ada yang special dimana DKO dipimpin langsung oleh 2 Kakanwil yaitu Parjiya selaku Kakanwil DJBC Jateng DIY lama dan Padmoyo Tri Wikanto selaku Kakanwil DJBC Jateng DIY yang baru. DKO yang dilaksanakan pada Kamis 7 November 2019 di Ruang Rapat Kakanwil ini diikuti oleh seluruh Kepala Bidang dan PMA (Pengawas Mutu Audit), Para Kepala KPPBC atau perwakilannya, serta perwakilan para pejabat Eselon IV di lingkungan Kanwil DJBC Jateng DIY.

Seperti kita ketahui bersama bahwa pada Jumat 1 November 2019, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah melantik Parjiya menjadi Kakanwil DJBC Sulbagsel, demikian juga dengan Tri telah dilantik menjadi Kakanwil DJBC Jateng DIY. Mereka seperti bertukar tempat saja dalam mutasi kali ini.

Dalam kesempatan DKO ini Parjiya mengawali dengan sambutan sekaligus memberikan informasi beberapa hal antara lain terkait penerimaan, pengawasan, fasilitas dan pembangunan Zona Integritas. “Penerimaan yang ditargetkan pada Kanwil Jateng DIY adalah sebesar Rp40.4 Triliun dan sekarang baru tercapai Rp28.7 T atau sebesar 71% dari target. Secara keseluruhan nanti sampai dengan akhir tahun akan mengalami short fall sekitar Rp2 T atau hanya mencapai sekitar 94-95%. Hal ini sebetulnya sudah terbantu dengan kenaikan tariff CHT. Faktor utamanya dalah karena pelum optimalnya produksi PT DJarum sebagai kontributor terbesar”, jelasnya. Parjiya kemudian melanjutkan tentang pengawasan dimana saat ini khususnya penindakan rokok illegal sudah terbantu dengan dana hibah Pajak Rokok dari Pemprov. Saat ini sudah 40 Juta batang yang diamankan. Kemudian terkait fasilitas, saat ini ada permasalahan terkait Delta Dunia Group yang mempunyai 4 Perusahaan penerima fasilitas KB di Surakarta, Semarang dan Tegal. Saat ini dalam dalam status Penundaaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dimana kalau tidak ada kesepakatan maka akan proses pailit, sementara ada 45 ribu karyawan yang bekerja. Parjiya juga menyampaikan bahwa saat ini seluruh satker termasuk Kanwil sudah mencanangkan sebagai Zona Integritas menuju WBK/WBBM.

Sementara itu Tri dalam sambutannya juga menyampaikan beberapa hal antara lain tentang SDM, penerimaan dan inovasi yang perlu dilakukan. “Saya sebelumnya pernah di Papua dan Sulbagsel. Saya kesini itu berasa promosi. Saya ingin semua focus berkinerja, harus perform. Untuk penerimaan meski ini tinggal 2 bulan kurang, kita harus kejar, kita buat monitoring room. Untuk rapat yang melibatkan satker yang jauh kita bisa pakai Video Conference. Kedepan kita harus mengurangi penggunaan kertas dalam bekerja baik untuk rapat maupun surat-menyurat. Gunakan OA”, ujarnya. Tri selanjutnya juga menyampaikan tentang Zona Integritas. “Kita harus ikut semua pada 2020 nanti. Kita harus segera selesaikan persiapannya dalam 2 bulan ini” tegasnya.

Rapat selanjut membahas tentang pencapaian kinerja sampai dengan Oktober 2019 ini, dimana dari 20 IKU, 4 IKU berstatus hijau, 15 abu-abu yang dikarenakan periode pengukuran belum jatuh tempo, dan 1 IKU kuning terkait penerimaan.

Comment here