Fasilitas

Dalam 10 Bulan, Bea Cukai Jateng DIY Terbitkan 30 Fasilitas Fiskal Dukung Peningkatan Investasi dan Ekspor

Semarang (12/11/2019) – Sejalan dengan arahan Presiden Jokowi agar mempermudah investasi dan mendukung ekspor, Bea Cukai Jateng DIY terus berupaya secara nyata agar investasi terutama yang berorientasi ekspor khususnya di wilayah Jateng dan DIY dapat tumbuh dengan baik. Sepanjang 2019 ini Bea Cukai telah memberikan fasilitas fiskal kepada 30 perusahaan yang tersebar di wilayah Jateng dan DIY. “Kami sudah menerbitkan 30 perijinan berupa fasilitas Tempat Penimbunan Berikat (TPB) maupun Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Kami komitmen untuk mendukung investasi dan ekspor. Perusahaan penerima fasilitas ini akan bertambah terus”, demikian ungkap Juli Tri Kisworini, Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jateng DIY di kantornya Selasa 12 November 2019.

Juli menambahkan bahwa fasilitas fiskal dari Pemerintah ini terbukti membantu cash flow perusahaan sehingga ongkos produksi lebih efisien yang berakibat pada daya saing produk di pasar global menjadi meningkat. “Cash flow perusahaan akan terbantu mengingat fasilitas yang diperoleh antara lain berupa penangguhan dan pembebasan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor tidak dipungut pada saat impor bahan bakunya. Bahkan tidak perlu membayar dengan syarat produknya harus diekspor”, jelasnya. Juli juga menyampaikan rasa optimisnya bahwa investasi dan ekspor di Jateng DIY akan terus meningkat karena daya tarik yang dimilikinya. “Selain karena fasilitas fiskal dari Pemerintah tadi, Jateng ini memiliki daya tarik tersendiri bagi investor. Situasi keamanan yang kondusif, infrastruktur yang lengkap, dan tingkat upah (UMR) yang relative masih murah menjadi keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain. Saya optimis perekonomian Jateng tumbuh terus”, sambungnya.

30 Perusahaan penerima fasilitas fiskal tersebut tersebar di seluruh wilayah Jateng DIY. Dari 30 perusahaan tersebut paling banyak adalah penerima fasilitas Kawasan Berikat (KB) sebanyak 20. Penerima fasilitas KITE sebanyak 7, penerima fasilitas Gudang Berikat (GB) sebanyak 1 dan Pusat Logistik Berikat sebanyak 2 perusahaan. Hingga kini Jateng DIY telah bermitra dengan 305 perusahaan penerima fasilitas yang terdiri dari 240 penerima fasilitas KB, 55 KITE, 6 GB dan 4 PLB. Peta sebaran perusahaan-perusahan tersebut meliputi 137 perusahaan di bawah KPPBC Semarang, 91 di KPPBC Surakarta, 26 di KPPBC Yogyakarta, 22 di KPPBC Kudus, 17 KPPBC Tegal, 7 KPPBC Purwokerto, 4 KPPBC Magelang, dan 1 di KPPBC Cilacap.

“Kami akan terus berupaya mempermudah investasi dan ekspor. Perijinan yang kami berikan tidak dipungut biaya. Jika ada yang meminta biaya mengatasnamakan Bea Cukai, dipastikan itu adalah penipuan. Kami justru akan memberikan asistensi dari awal hingga akhir”, ujar Juli mengakhiri penjelasannya. Dengan pemberian fasilitas fiskal ini diharapkan investasi meningkat, ekspor meningkat, tenaga kerja terserap lebih banyak, tumbuh kegiatan ekomoni baru dan dapat menciptakan dampak ekonomi positif lainnya sehingga dapat membantu memperbaiki defisit neraca perdagangan serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Comment here