Fasilitas

Dukung Kemudahan Berusaha, Bea Cukai Jateng DIY Beri “Perlakuan Khusus” Kepada Eksportir

Semarang (14/11) – Berdasarkan data Bank Dunia, peringkat kemudahan berusaha di Indonesia (Easy of Doing Business / EoDB) Tahun 2019 masih di posisi 73. Posisi ini sama dengan tahun sebelumnya meski sudah banyak perbaikan di berbagai aspek. Sebagai wujud nyata meningkatkan EoDB, pada Rabu 13 November 2019, Bea Cukai Jateng DIY memberikan ijin perlakuan khusus (perlakuan tertentu) berupa kemudahan subkontrak kepada kepada PT. Phillips Seafoods Indonesia (PSI). Bukan hanya itu saja, sebelumnya PSI juga mendapatkan kemudahan terkait penyimpanan barang di gudang yang berada di luar hamparan.

PT PSI merupakan perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat yang bergerak di bidang usaha pengolahan hasil laut dan produksinya 100% diekspor ke Amerika Serikat, Australia, Uni Emirat Arab dan Korea. PSI mempunyai kendala dalam proses subkontrak, dimana proses pemisahan daging dan cangkang rajungan disubkontrakkan ke pihak lain. Pengembalian hasil subkontraknya inilah yang menjadi permasalahan tidak hanya bagi perusahaan namun juga masyarakat sekitar. Hal ini terkait dengan limbah rajungan yang aromanya mengganggu lingkungan karena penanganan yang tidak cepat. Untuk itu perusahaan mengajukan kemudahan agar limbahnya tidak perlu dikembalikan ke perusahaan.

Financial Controler PT. PSI, Moh. Jendi Suryo menjelaskan bahwa faktor utama perusahaan mengajukan permohonan ini karena faktor lingkungan. “Kami ini adalah industri pengolahan makanan hasil laut yang mudah basi, sehingga kita saat memproses barang melalui proses subkontrak kemudian barang tersebut kembali lagi beserta limbahnya seperti cangkang dan sebagainya itu jeda satu hari saja itu sudah mengganggu lingkungan sekitar. Kita sudah banyak mendapatkan keluhan dari warga sekitar bahkan dinas terkait. Hal tersebut membuat citra perusahaan kami menjadi jelek”, jelasnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Juli Tri kisworini menyatakan bahwa Bea Cukai akan memberikan kemudahan. “Secara prinsip kami memahami permasalahan yang dihadapi. Kami akan berikan perlakuan khusus atau kemudahan subkontrak, dimana limbah tidak perlu dibawa kembali ke perusahaan”, jelasnya.

“Perusahaan ini dibawah KPPBC Tegal. Kami sudah pelajari permasalahannya termasuk hasil penelitian Bea Cukai Tegal dan rekomendasinya. Setelah kemudahan kami berikan, nanti pelaksanaannya akan di monitoring dan evaluasi oleh KPPBC Tegal. Saat ini merupakan bulan pembinaan IT Inventory, oleh karena itu sebelum kita berikan keputusan atas permohonan perusahaan perlu kita juga mereview terlebih dahulu IT Inventory nya. Apabila ada kekurangan tim Bea Cukai akan siap memberikan asistensi dan tidak dipungut biaya apapun”, sambung Juli mengakhiri penjelasannya.

Dengan pemberian kemudahan ini diharapkan dapat membuat nyaman perusahaan dalam menjalankan usahanya sehingga terjalin simbiosis mutualisme yang makin bagus antara perusahaan, masyarakat sekitar dan pemerintah daerah. Kenyamanan dan kemudahan dalam berusaha merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam pembangunan.

Comment here