Pengawasan

Kolaborasi Bea Cukai, TNI dan PemProv Jateng Kembali Amankan Rokok Ilegal Senilai Rp1.8 Milyar

Semarang (25/11/2019) – Bea Cukai Kanwil Jawa Tengah dan DIY dan KPPBC Semarang yang dibackup TNI dalam hal ini Pomdam IV Diponegoro dan dengan dukungan dari Pemprov Jawa Tengah kembali berhasil menggagalkan upaya peredaran rokok illegal di dua lokasi dan dalam dua hari berturut-turut sejak Kamis 21 November hingga Jumat 22 November 2019. Total rokok yang disita sebanyak 2.624.000 batang dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp1.876.160.000, dan dengan potensi kerugian negara sebesar Rp1.238.698.560.

Padmoyo Tri Wikanto yang belum lama dilantik menjadi Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng DIY memberikan penjelasan atas hasil Operasi Gempor Rokok Ilegal. “Meskipun saya baru saja dilantik menjadi Kakanwil yang baru namun saya tidak akan santai-santai terutama dalam upaya pemberantasan rokok iegal ini. Operasi Gempur Rokok Ilegal ini dilaksanakan di seluruh Indonesia, dan khusus untuk wilayah Jateng dan DIY saya perintahkan kepada seluruh jajaran agar melakukan upaya pemberantasan lebih masif dan memberikan efek jera kepada para pelaku”, ujarnya seraya menambahkan bahwa upaya yang dilakukan Bea Cukai membutuhkan dukungan dari seluruh pihak baik Pemda, Aparat Penegak Hukum, Instansi lain dan masyarakat.

“Perlu difahami bahwa rokok illegal ini sungguh merugikan Negara dan masyarakat ini. Saya terus mengajak para pelaku untuk kembali ke jalan yang benar. Masa ikut menikmati pembangunan seperti jalan, jembatan, mungkin juga anak atau kerabatnya menikmati pendidikan gratis dari SD hingga SMP, menikmati BBM/BBG/Listrik bersubsidi, bahkan mungkin juga menikmati BPJS tapi tidak mau membayar Cukai/Pajaknya?. Legal itu mudah, kami siap membantu secara gratis tanpa biaya apapun”, imbuhnya. Tri melanjutkan bahwa Dalam periode Januari hingga 24 November 2019 ini, kolaborasi Bea Cukai di wilayah Jateng DIY sudah berhasil mengamankan rokok illegal sebanyak 58.771.327 batang, dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp41.564.303.405, dan dengan potensi kerugian negara sebesar Rp27.617.949.873.

Sementara itu Gatot Sugeng Wibowo membeberkan kronologi kejadian dan modus yang digunakan para pelaku. “Bermula adanya informasi dari masyarakat yang juga sesuai dengan informasi tim intelijen bahwa akan ada pergerakan rokok illegal dari wilayah Jepara ke Pulau Sumatera. Setelah dilakukan pengembangan informasi maka Kami segera membentuk tim gabungan dengan KPPBC Semarang yang di backup Pomdam IV Diponegoro Semarang. Setiap pergerakan terus dipantau petugas. Hingga pada akhirnya petugas berhasil melakukan penindakan sebanyak 2 kali secara berturut-turut”, bebernya. Gatot menambahkan bahwa operasi kali ini dilakukan dengan menggunakan dana hibah Pajak Rokok dari Pemprov Jateng.

Penindakan pertama dilakukan terhadap 1 Truk Mitsubishi Colt Diesel pada Kamis 21 November 2019, pukul 7.30 WIB di Pintu Masuk Tol Muktiharjo, Sawah Besar, Gayamsari, Kota Semarang, dengan Barang Hasil Penindakan (BHP) berupa 208.000 batang Rokok Jenis SKM merk “MAXX ONE”, dan 576.000 batang Rokok Jenis SKM merk “L.4 BOLD”. Seluruh bungkus rokok dilekati “Jempel” yaitu kertas biasa (fotokopi) yang diperlakukan seolah-olah sebagai pita cukai.

Selanjutnya petugas berhasil melakukan Penindakan ke-2 secara dramatis dan pelaku sempat melajukan kendaraannya hingga masuk Tol. Penindakan dilakukan terhadap 1 Truk Merk Isuzu Diesel pada 22 November 2019 pukul 02.30 WIB di Jalan Tol Tg. Emas – Gayamsari, Tlogosari Kulon, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, dg BHP berupa 1.840.000 batang Rokok jenis SKM Merk “LUFFMAN CLASSICS MILD BOLD”, tanpa dilekati pita cukai atau Rokok Polos.

Dari kedua penindakan tersebut secara total jumlah rokok yang berhasil diamankan adalah Rokok illegal sebanyak 2.624.000 Batang dengan Perkiraan Nilai Barang sebesar Rp 1.876.160.000,00, dan dengan  Total Potensi Kerugian Negara mencapai Rp 1.238.698.560,00.

Saat ini seluruh barang hasil penindakan dan 2 orang terperiksa dengan inisial ZAS dan AJP diamankan petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Comment here