Fasilitas

Hingga November 2019, Sudah Ada 43 Pengguna Fasilitas KITE IKM Di Jateng DIY

SEMARANG (28/11) – Dalam Rapat Terbatas terkait penguatan neraca perdagangan di Kantor Presiden, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para menterinya agar fokus terhadap peningkatan ekspor, untuk mengurangi defisit anggaran (Egi Adyatama, 2019, https://bisnis.tempo.co/read/1270936/arahan-jokowi-ke-para-menteri-fokus-tingkatkan-ekspor/full&view=ok, 11 November 2019).

Juli Tri Kisworini (Foto: Adisby / Humas BC Jateng DIY)

Sejalan dengan arahan Presiden, Bea Cukai Jateng DIY terus mengajak Industri Kecil Menengah (IKM) untuk memanfaatkan fasilitas fiskal yang sangat menguntungkan bagi mereka yang ingin produknya masuk ke pasar global melalui ekspor, yaitu Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) bagi IKM. Juli Tri Kisworini, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Jateng DIY membuka paparannya dalam Forum Pemanfaatan Fasilitas Fiskal berupa Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) bagi IKM di Hotel @HOM, Jalan Pandanaran Semarang, yang diadakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng pada Selasa, 26 November 2019 dengan mengatakan “Mari kita merujuk pada pidato Bapak Presiden Jokowi, beliau berharap kita meningkatkan ekspor dan investasi dari IKM.” terangnya di hadapan 30 pengusaha IKM Provinsi Jawa Tengah yang telah melakukan ekspor maupun berpotensi ekspor.

Juli mengajak para pengusaha untuk memanfaatkan kemudahan KITE IKM yang salah satunya adalah pembebasan bea masuk bagi bahan baku yang diimpor untuk diolah dan 100% hasilnya untuk diekspor. “Dalam rangka pengembangan atau penambahan kapasitas industri, bapak ibu dapat mengimpor mesin, dibebaskan bea masuknya, tidak dipungut pajak dalam rangka impor.” ujar Juli

Pengusaha IKM (Foto: Adisby / Humas BC Jateng DIY)

Berdasarkan data dari Direktorat Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kantor Pusat DJBC, saat ini 43 dari 72 pengguna fasilitas KITE IKM berdomisili di provinsi Jawa Tengah. Secara nasional, penyerapan tenaga kerja juga telah mencapai total 9.955 orang (9.640 orang tenaga kerja lokal dan 315 orang tenaga kerja asing). Juli tidak lupa mengingatkan para pengusaha IKM untuk terus meningkatkan kualitas produknya agar dapat bersaing di pasar global. “Mudah-mudahan IKM Jawa Tengah dapat berkontribusi besar dalam peningkatan volume ekspor sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada umumnya dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah pada khususnya.” demikian harapan Juli. Untuk mendapatkan Surat Keputusan Fasilitas KITE IKM, pengusaha IKM melakukan registrasi online di Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau yang kondang disebut Online Single Submission (OSS) untuk mendapatkan Nomor Izin Berusaha (NIB). Setelah mendapatkan NIB pengusaha mengajukan permohonan secara online kepada Kantor Bea Cukai yang mengawasi wilayah usaha. Kemudian Bea Cukai akan melakukan cek lokasi dan menerbitkan surat keputusan apabila persyaratan terpenuhi. “Mudah banget dan gratis” jelas Juli yang ditanggapi optimis oleh para pengusaha IKM Jawa Tengah.

Pewarta : Adisby
Editor : Anton Nanang

Comment here