Pengawasan

Kinerja Penindakan Rokok Ilegal Bea Cukai Jateng DIY Dapat Apresiasi Bapenda Prov. Jateng

SEMARANG (29/11) – Sebagai upaya optimalisasi pengawasan peredaran rokok di wilayah Jawa Tengah, Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah (Prov. Jateng)  menyelenggarakan rapat Koordinasi Pengawasan Peredaran Rokok Ilegal dalam Rangka Optimalisasi Penerimaan Pajak Rokok bersama dengan Bea Cukai Jateng DIY, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Prov Jateng, KPPBC se-Jateng DIY, Persatuan Perusahaan Rokok Kudus, dan 5 perusahaan rokok di Jateng bertempat Ballroom Hotel Laras Asri, Salatiga. Rapat yang diselenggarakan pada Rabu, 27 November 2019 tersebut bertujuan untuk menyamakan pandangan baik dari Bapenda, Bea Cukai, maupun Satpol PP dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan peredaran rokok illegal di wilayah Jateng.

Padmoyo Tri WIkanto, Kakanwil BC Jateng DIY saat memberikan sambutan (Foto: senomansyahfir / Kontrobutor BC Jateng DIY)

Kepala Bapenda Prov Jateng, Tavip Supriyanto menyampaikan dalam sambutannya bahwa sampai dengan bulan Oktober 2019 penerimaan pajak rokok Prov. Jateng sebesar Rp 1,722 Milyar dari target sebesar Rp 2,130 Milyar. ”Kita perlu melakukan koordinasi seperti ini (rakor) demi tercapaianya penerimaan pajak rokok,” ujar Tavip yang kemudian memberikan apresiasi kepada Bea Cukai Jateng atas penindakan yang dilakukan terlebih penindakan tersebut didanai dengan dana hibah pajak rokok dari Gubernur Jateng.

Sementara itu Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto menekankan perlunya penguatan sinergi antara Bea Cukai, Disperindag, Satpol PP dan instansi terkait lainnya dalam pemberantasan rokok illegal. “Bea Cukai memiliki kewenangan / instrumen Cukai dalam Undang-undang Nomor 39 tentang Cukai dalam memberikan pelayanan dan pengawasan Cukai. Selain Bea Cukai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) juga memiliki instrumen dalam izin industri, perdagangan, dan peredarannya, serta Satpol PP juga memiliki instrumen untuk mengawasi peredarannya. Kita harus bersinergi untuk melakukan pengawasan peredaran rokok dan memberantas rokok illegal,” pungkas Tri.

Suasana Rakor (Foto: senomansyahfir / Kontributor BC Jateng DIY)

Sebagaimana telah diberitakan banyak media bahwa seluruh Bea Cukai di wilayah Jateng DIY dalam penindakan rokok illegal selalu bersinergi dengan pihak / instansi terkait termasuk Aparat Penegak Hukum. Data hingga 24 November 2019 menunjukkan bahwa rokok illegal yang berhasil diamankan sebanyak 58.771.327 batang dengan nilai perkiraan barang sebesar Rp41.564.303.405, dan dengan potensi kerugian Negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp27.617.949.873,-.

Pewarta: Early (kontributor BC Jateng DIY)
Editor: Gunawan

Comment here