FasilitasPelayanan

Permintaan Padmoyo Tri Wikanto Kepada Stake Holder: Anda Tidak Memberi dan Kami Tidak Menerima

Surakarta (9/12) – Dalam kunjungan kerjanya, Kakanwil Bea Cukai Jawa Tengah DIY, Padmoyo Tri Wikanto berkesempatan menemui kurang lebih 100 pengguna jasa dalam Sharing Session yang diadakan oleh KPPBC TMP B Surakarta pada Jumat, 6 Desember 2019, di Kantor Bea Cukai Surakarta, Jalan Adi Sucipto 36,  Colomadu, Karanganyar. Pada kesempatan ini, Kepala Bea Cukai Surakarta, Kunto Prasti Trenggono memperkenalkan Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY yang baru bertugas sekitar satu bulan ini kepada para pengguna jasa Bea Cukai Surakarta yang terdiri dari pengusaha Tempat Penimbunan Berikat (TPB), pengusaha pemakai fasilitas Kemudahan Impor Untuk Tujuan Ekspor (KITE), pengusaha Barang Kena Cukai, dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK).

Tri berdiskusi banyak mengenai potensi penerimaan Bea Cukai bahkan masalah-masalah teknis pelayanan dan fasilitas Bea Cukai. Namun salah satu pesan penting Tri kepada para stakeholders yang juga selalu disampaikannya di berbagai tempat dan kesempatanini perlu digarisbawahi. “Saya meminta pimpinan-pimpinan perusahaan dan sipapun yang mewakili di sini, setelah dari sini nanti tolong sampaikan kepada jajaran pimpinan perusahaan, Bea Cukai sudah tidak ada uang-uang lagi. Apa itu uang pelicin, uang bawah meja, uang lelah, dan semacamnya sudah tidak ada lagi.” tegas Tri.

Setelah sebelumnya Tri berpesan kepada jajarannya untuk tidak menerima gratifikasi, kali ini Tri berpesan pada mitra Bea Cukai, para pengusaha. ”Bantu saya, tadi pagi saya sudah berpesan kepada para pegawai untuk tidak menerima, sekarang saya minta pada bapak ibu untuk tidak memberi. Kami Bea Cukai sudah diberi penghasilan yang cukup,”sambung Tri. Kerja sama pengusaha dalam memberantas korupsi di negeri ini sangat diharapkan oleh seluruh jajaran Bea Cukai. Tri menjelaskan bahwa masalah pemberian gratifikasi ini sebenarnya sangat sederhana. Apabila tidak ada yang memberi maka tidak ada yang menerima. “Simple, Anda tidak memberi dan kami tidak menerima, serta anda tetap mendapat pelayanan terbaik”ujarnya. Tri mengharap pengusaha ikut menciptakan iklim bisnis yang sehat di Indonesia.

Comment here