Penerimaan

Closing Ceremony Joint Program 2019 Pajak-Bea Cukai-Anggaran Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta

Semarang (30/12) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I mengadakan Closing Ceremony Pelaksaan Joint Program DJP-DJBC-DJA (Pajak, Bea Cukai, Anggaran) di Aula Lantai 1 Gedung Keuangan Negara II, Jalan Imam Bonjol, Semarang, pada Senin, 30 Desember 2019.

Program Sinergi Reformasi, yang biasa disebut Joint Program, merupakan program khusus yang dilaksanakan Kementerian Keuangan diantaranya untuk optimalisasi penerimaan negara dan kepatuhan pengguna jasa. Joint Program pertama kali dilaksanakan pada tahun 2018 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 481/KMK.01/2018 tentang Program Sinergi Reformasi DJP dan DJBC. Pada tahun 2019, program sinergi diperluas dengan melibatkan Direktorat Jenderal Anggaran. Bentuk Joint Program antara lain Joint Analisis (analisa bersama wajib pajak), Joint Audit (melaksanakan pemeriksaan/ audit secara bersama-sama), Joint Collection (penagihan utang pajak secara bersama), Joint Investigation (penyidikan bersama), dan Program Secondment (transfer knowledge melalui penugasan pegawai Pajak ke kantor Bea Cukai dan sebaliknya).

Tri Basuki Raharjo (foto adisby/ Humas BC Jateng DIY)

“Joint Program di Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta sendiri pada tahun 2019 berhasil merealisasikan penerimaan negara sebesar Rp364,95 Milyar ”, demikian disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kanwil DJP Jateng I, Tri Basuki Raharjo dalam kesempatannya menyampaikan kinerja joint program.

M. Hakim Satria (kanan) bersama M. Hanif Arkanie, Kabid PPIP Kanwil DJP Jateng I ((foto adisby/Humas BC Jateng DIY)

Sementara itu Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jawa Tengah DIY, M.Hakim Satria selaku pembina tim Joint Analisis dan Ketua Tim Secondment DJBC memberikan apresiasi dan pesan kepada para peserta joint program.Saya berharap kepada para anggota Joint Program agar tidak menyimpan sendiri ilmu yang didapatkan selama pelaksanaan kegiatan. Sebaiknya teman-teman membagi pengetahuan baru kepada pegawai lain di kantor melalui forum resmi maupun informal”, harapnya.

Salah seorang peserta yang berasal dari KPPBC Tanjung Emas, Feri Hadi Priantio dalam testimoninya juga berharap agar Joint Program tidak berhenti sampai level antar Kantor Wilayah namun dieksten sampai ke Kantor Pelayanan agar irama para pegawai Pajak dan Bea Cukai dapat lebih cepat disamakan.

Ferihadi Priantio (foto adisby/Humas BC Jateng DIY)

Melihat tren positif Joint Program yang terus memberikan hasil yang baik dalam optimalisasi penerimaan negara, maka program ini diharapkan dapat dilanjutkan pada periode berikutnya. Selain untuk memaksimalkan penerimaan negara juga ditujukan untuk mempererat soliditas dan jiwa korsa antar pegawai Kemenkeu.

Pewarta: adisby
Editor: @BCjdiy

Comment here