FasilitasLain-lain

Bea Cukai Jateng DIY Siap Dukung Sistem REX Untuk Tingkatkan Ekspor Ke Eropa

Semarang (14/02) – Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Tengah dan DIY, Padmoyo Tri Wikanto menyatakan kesiapan Bea Cukai dalam mendukung implementasi Sistem REX, yang diyakini dapat meningkatkan kegiatan ekspor ke Eropa. Hal tersebut disampaikannya dihadapan 65 pengusaha berorientasi ekspor di Provinsi Jawa Tengah dan perwakilan dari instansi terkait pada acara Bimbingan Teknis Pemanfaatan Free Trade Agreement yang diadakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Tengah, di Semarang pada Kamis, 13 Febuari 2020.

Padmoyo Tri Wikanto (kiri), Bastian Turido (dua dari kanan), Hesti Syntia Paramita K. (kanan)

Sistem REX merupakan Sistem Sertifikasi Mandiri yang akan memudahkan para pengusaha di Indonesia yang akan mengekspor barangnya ke Uni Eropa. Melalui Sistem Rex, pengusaha tidak perlu lagi menggunakan Surat Keterangan Asal Form A GSP EU jika akan mengekspor ke Uni Eropa supaya mendapat tarif impor preferensi di negara tujuan. Demikian dijelaskan oleh Hesti Syntia Paramita K., Kasubdit Ketentuan Asal Barang, Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan.

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil BC Jateng DIY, Nur Rusydi (kiri)

Tri Wikanto menambahkan bahwa Bea Cukai menyambut baik penerapan Sistem REX. “Pada era ini tentu e-Form (pengajuan formulir melalui pertukaran data elektronik-red) merupakan suatu kebutuhan. Kami Bea Cukai memiliki peran yang sentral dalam kelancaran proses ekspor, kami siap mengakomodir”, ujarnya. Eksportir yang menggunakan Sistem REX harus lolos standar Uni Eropa. Berkaitan dengan hal itu, Tri mengajak pengusaha di Jawa Tengah untuk mengajukan sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) ke Bea Cukai. “Kalau sudah AEO, standar Uni Eropa kami yakin bapak ibu bisa lolos. AEO itu standarnya sudah diakui internasional.” pungkasnya. Bea Cukai menerima pengajuan sertifikasi AEO melalui Subdirektorat AEO di Direktorat Teknis Kepabeanan Kantor Pusat Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta, atau dapat melalui Kantor Bea Cukai yang membawahi.

Haryanta, Kabid Perdagangna Luar Negeri Disperindag Jateng

Sementara itu Haryanta, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Prov. Jateng, mengemukakan data menarik bahwa Ekspor Jawa Tengah meningkat 1,64% pada tahun 2019 dibanding tahun sebelumnya. Khusus untuk ekspor ke Uni Eropa pada tahun 2019 mencapai 1.102,49 juta US Dollar atau meningkat 5,49%. Komoditi andalan Jawa Tengah ke Uni Eropa adalah alas kaki, olahan kayu, dan garmen. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi Provinsi Jawa Tengah, yang saat ini menempat posisi yang disebut moderator acara, Bastian Turido, Direktur PT Intisari Internasional dengan sebutan “sensitif investasi”. Basitan menyebutkan bahwa dengan infrastruktur yang bagus, pelabuhan internasional, dan SDM yang memadai, maka banyak perusahaan-perusahaan dari Jawa Barat yang ingin berpindah ke Jawa Tengah. Belum lagi perusahaan internasional yang ingin membuka cabang di Jawa Tengah.

Para narasumber berfoto bersama

Pewarta:@adisby
Editor:@BCJdiy

Comment here