FasilitasPenerimaan

Sri Mulyani Ajak Semua Pihak Gotong Royong Majukan Ekonomi Jawa Tengah, Bangun Indonesia Maju

Semarang (14/02) – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengajak seluruh instansi mulai dari Pemerintah Daerah di Jawa Tengah, Kementerian Keuangan dan instansi terkait lainnya untuk bersinergi memajukan ekonomi Jawa Tengah, bergotong-royong membangun indonesia maju, demi masa depan anak cucu dan demi masa depan negeri. Demikian diungkapkan Sri Mulyani dalam Rapat Koordinasi yang diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Tengah dengan tema Strategi Mendorong Ekonomi Jateng 7%, di Kantor Gubernur pada Jumat, 14 Februari 2020.

Di hadapan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan jajarannya serta para pimpinan perwakilan Kemenkeu di Jawa Tengah, Menkeu menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng atas rangkaian prestasi yang telah ditorehkan, seperti provinsi dengan sistem pencegahan korupsi terbaik, provinsi terinovatif, provinsi dengan pembangunan terbaik dan sebagainya. Menkeu menyampaikan bahwa pada tahun 2019 pertumbuhan ekonomi nasional mengalami sedikit penurunan, tetapi hal itu malah terjadi sebaliknya pada provinsi Jawa Tengah yang mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi walaupun nilai pergerakan ekonominya masih lebih kecil dari beberapa provinsi lain, yakni hanya sebesar 9%.

Menurut Menkeu, Jawa Tengah memiliki potensi dan daya atraktif yang tinggi. Seperti misalnya di bidang pariwisata harus dicari cara untuk meningkatkan daya tarik turis agar mereka stay longer and spend more. Kemudian menarik investor dan para kreatif muda di industri kreatif juga perlu dilakukan. “Saya melihat potensi yang besar di Jawa Tengah ini, di Semarang sendiri, banyak situs – situs historis yang menjual. Banyak bangunan-bangunan yang bisa disulap jadi studio film, atau kalau bisa kita bikinlah mini Silicon Valley di Jateng ini, kita gandeng UKM, startup dan industri tekno kreatif untuk mengembankan Jateng ini” ujar Menkeu seraya terus memaparkan kiat-kiat untuk mendorong ekonomi Jateng menuju 7%.

Menkeu juga menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai yang telah turut menarik investor berinvestasi di Jateng berkat dukungan Fasilitas – fasilitas fiskal yang dimiliki Bea Cukai, seperti Fasilitas Kawasan Berikat, Gudang Berikat, Pusat Logistik Berikat, KITE dan sebagainya. Strategi mendorong ekonomi Jateng 7% diantaranya adalah focus pengembangan Kawasan Industri baru yakni Kawasan Industri Kendal, KSPN Borobudur dan Kawasan Industri Brebes. Focus pengembangan Kawasan industri bertujuan untuk pengembangan sektor dan komiditas unggulan, pengembangan pusat kegiatan ekonomi eksisting, penguatan konektivitas dan sistem logistic antarpusat pertumbuhan ekonomi, pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan peningkatan kapasitas SDM dan Ilmu Pengetahuan Teknologi. “salah satu strategi, fokus pengembangan Kawasan industri ini tidak lepas dengan tugas dan fungsi Bea Cukai, maka diperlukan Sinergi dari berbagai instansi untuk suksesnya strategi ini”, imbuh SMI.

“Sudah bukan waktunya lagi kita hitung-hitungan dalam bekerja, menghitung keuntungan pribadi dalam mengerjakan sesuatu, mengharapkan imbalan diluar take home pay atas tugas pekerjaan. Ayo bareng-bareng gotong royong memajukan ekonomi Jawa Tengah, membangun Indonesia Maju, demi masa depan anak cucu kita, demi masa depan negeri ini”, ajak Menkeu mengakhiri paparannya.

Comment here