Lain-lain

Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY Minta Peserta Kesamaptaan Tumbuhkan Jiwa Korsa

Yogyakarta (24/02) – Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto, membuka Pelatihan Kesamaptaan yang diadakan oleh Balai Diklat Keuangan Yogyakarta di Markas Detasemen Pertahanan Udara (474) Pasukan Khas (Paskhas) Yogyakarta pada tanggal 24 Februari 2020 s.d. 20 Maret 2020. Pelatihan ini diikuti oleh 62 pegawai Bea Cukai dari lingkungan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY dan Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan.

Kesamaptaan merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap pegawai Bea Cukai. Oleh karena itu, setiap pegawai Bea Cukai, biasanya pada awal masa kerjanya, diikutkan dalam Pelatihan Kesamaptaan. Samapta berasal dari kata siap siaga. Kesamaptaan berarti kesiapsiagaan dalam segala kondisi. Sesuai maknanya, maka pegawai Bea Cukai dituntut untuk siap siaga menjalankan tugas dalam kondisi apapun. Tuntutan ini tentu harus didukung dengan kesiapan fisik dan mental yang harus selalu ditempa, salah satunya dengan pelatihan kesamaptaan.

Selanjutnya Tri Wikanto memberikan ceramah Santiaji (Strategi Kerja) untuk Bea Cukai Muda. “Tidak hanya menempa fisik dan mental, pelatihan kesamaptaan juga membawa misi yang tidak kalah penting yaitu menumbuhkan jiwa korsa”, ujarnya. Korsa atau satu rasa dan sikap kebersamaan dalam hal positif adalah salah satu sikap dasar yang harus dimiliki setiap pegawai Bea Cukai. “Kalau adik-adik dapat mempertahankan apa yang didapat selama Samapta, maka ini akan menjadi model pegawai ideal di Bea Cukai”, sambungnya.

Pada masa pelatihan, siswa-siswi samapta dilatih fisik dan mentalnya melalui kegiatan-kegiatan yang sebagian besar dilakukan di luar kelas. Setiap hari, Peraturan Baris-Berbaris, Tata Upacara Sipil/ Militer, Pembinaan Fisik/ Mental, dan kegiatan semacamnya menjadi santapan selama lebih dari satu bulan. Siswa-siswi ini selain dikarantina dalam lingkungan pelatihan juga tidak diperkenankan dibesuk, kecuali dalam hal tertentu.

Comment here