PelayananPengawasan

Bea Cukai Jateng DIY “NgoBar” Stakeholders Dalam Pembangunan Zona Integritas

Semarang (27/02) – Kanwil Bea Cukai Jateng DIY mengundang Stakeholders dari satker atau instansi terkait dan pengguna jasa dari perusahaan penerima fasilitas fiskal untuk hadir dalam acara NgoBar (Ngopi Bareng / Ngobrol Bareng) sekaligus dalam rangka survey penilaian pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) / Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), pada Kamis 27 Februari 2020, di ruang Aula Kanwil Bea Cukai Jateng DIY.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, Moch. Arif Setijo Nugroho yang mewakili Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, dalam pembukaannya menyampaikan bahwa acara NgoBar ini sebagai sarana saling mengenal antara stakeholder dan pengguna jasa Bea Cukai. Arif berpesan kepada seluruh stakeholder untuk bersama bersinergi membangun ZI menuju WBK/WBBM. “Kami dalam membangun ZI menuju WBK/WBBM ini tidak dapat hanya dengan usaha sendiri, namun perlu sinergi dan dukungan bersama melawan korupsi, melawan kecurangan. Kami perlu dukungan stakeholder dan pengguna jasa “, ujar Arif.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Talkshow dengan tema WBK/WBBM yang dimoderatori oleh Kepala Seksi Perijinan I Cahya Nugraha serta menghadirkan 2 narasumber yaitu Kabid Kepatuhan Internal, Yacobus, dan motivator dari BDK Magelang, Kak Yo atau lengkapnya Yohannes Supriyanto. Sambil menyeruput kopi, para peserta Nampak santai mendengarkan informasi dari narasumber.

Yacobus antara lain menyampaikan bahwa predikat WBK/WBBM merupakan projek nasional yang dimotori oleh Kemenpan-RB agar seluruh instansi pemerintah bebas dari korupsi dan menjadi wilayah birokrasi bersih dan melayani. Bea Cukai Jateng DIY memiliki 5 strategi yakni berkomitmen dalam menjalankan tugas Bea Cukai, memberikan kemudahan pelayananan kepada stakeholder sebaik mungkin, menciptakan program yang menyentuh masyarakat atau lebih dekat dengan masyarakat, melakukan monitoring dan evaluasi kinerja, dan manajemen media yaitu memastikan transparansi segala aktifitas serta inovasi perubahan kepada publik.

Sementara itu Kak Yo, menyebut bahwa Bea Cukai Jateng DIY sudah makin baik dari waktu ke waktu. Namun juga berpesan kepada pengguna jasa agar jangan memberi celah ataupun kesempatan kepada petugas Bea Cukai untuk melakukan kecurangan, dan agar langsung mengadukan pada portal pengaduan yang tersedia jika terdapat kecurangan. Kak Yo juga menegaskan bahwa untuk mencapai predikat ZI menuju WBK/WBBM, diperlukan sinergi bersama dengan seluruh pihak terkait.

Di akhir acara kemudian dilakukan survey layanan kepada stakeholders. Hasil Survey nantinya akan menjadi penilaian terhadap Komponen Hasil yang mempunyai bobot 40%, sedangkan 60% sisanya berasal dari penilaian terhadap Komponen Pengungkit.

Comment here