PenerimaanPengawasan

Bea Cukai Bersama Pemda Se-Jawa Tengah Membangun Sinergi “Gempur Rokok Ilegal”

Semarang (28/02) – Bea Cukai se-Jateng DIY bekerja sama dengan Pemerintah Daerah se-Jawa Tengah gencar memberikan sosialisasi “Gempur Rokok Ilegal” ke masyarakat melalui berbagai media. Salah satu yang dilakukan adalah dengan memutar video sang “Godfather of Brokenheart” Didi Kempot yang menyanyikan lagu Gempur Rokok Ilegal di videotron-videotron milik Pemerintah Daerah di berbagai tempat strategis.

Saat ini videotron yang memutar video tersebut antara lain ada di Kota Semarang, Salatiga dan Mal Pelayanan Publik di Tegal. Adapun tempat lain direncanakan menyusul. Sosialisasi seperti ini penting dan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan ciri-ciri rokok illegal yang keberadaannya merugikan Negara dan masyarakat, sehingga diharapkan timbul kesadaran untuk tidak mengkonsumsinya serta melaporkan kepada petugas apabila menemukannya.

Seperti diketahui bersama bahwa kenaikan tarif cukai hasil tembakau rata-rata sebesar 23% dan kenaikan Harga Jual Eceran rata-rata sebesar 35% yang berlaku mulai awal 2020 ini diprediksi banyak pihak akan meningkatkan peredaran rokok  ilegal. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa kenaikan tariff dan harga tersebut akan mengakibatkan disparitas harga antara rokok legal dan illegal semakin tinggi, sehingga berpotensi menggeser pola konsumsi masyarakat ke rokok illegal. Untuk mengantisipasi hal tersebut, selain melalui upaya pencegahan yang sistematis berupa sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai sarana / media dan melalui berbagai pendekatan seperti sosial, ekonomi dan budaya, Bea Cukai Jateng DIY akan melakukan upaya penegakan hukum melalui operasi Gempur Rokok Ilegal secara masif. Ini 2 strategi pokok yang akan terus dilakukan. Tentu kedua upaya tersebut tidak dapat dilakukan Bea Cukai sendiri, harus bersinergi dengan pihak lain seperti Pemda, TNI, POLRI, Kejaksaan, dan masyarakat, termasuk media.

Dengan sinergi yang semakin kuat dalam memberantas rokok illegal, diharapkan angka peredaran rokok illegal semakin turun. Hal ini menjadi semakin penting manakala keberadaan rokok illegal mulai menggerogoti penerimaan negara dan dapat mengancam stabilitas APBN. Keberlangsungan pembangunan nasional terutama untuk kepentingan masyarakat menjadi kepedulian bersama. Semua itu membutuhkan APBN yang kuat. Rokok illegal harus diberantas karena tidak dilunasi Cukai dan Pajak lainnya. Rokok illegal mencuri uang rakyat !.

Comment here