Lain-lain

Komwasjak Minta Bea Cukai dan Pajak Tingkatkan Sinergi Untuk Optimalisasi Penerimaan Negara

Semarang (03/03) – Tim Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak) yang dipimpin Prof. Mardiasmo pada hari ini Selasa, 3 Maret 2020 melakukan kunjungan kerja ke Kanwil Bea Cukai Jateng DIY.  Pertemuan kali ini membahas optimalisasi penerimaan bersama dengan Kakanwil DJBC Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto beserta jajaran, serta Kakanwil DJP Jateng I, Suparno beserta jajaran.

Dalam pertemuan tersebut Tri Wikanto menyampaikan apresiasinya kepada Komwasjak atas kesempatan kunjungan kerja yang diberikan, dan siap menerima masukan terkait program optimalisasi penerimaan khususnya dalam kerangka joint program antara Bea Cukai dengan Pajak. Selanjutnya Tri memaparkan beberapa hal antara lain terkait dengan kinerja penerimaan dan upaya-upaya yang dilakukan dalam pencapaian target 2020 yang mengalami kenaikan sebesar 13.58 % dari tahun 2019, sehingga target 2020 menjadi sebesar Rp44.36 Triliun. Upaya pencapaian target tersebut nantinya akan dilakukan peningkatan sinergi dengan DJP melalui Join Program yang didukung dengan sistem – sistem penunjang dari Bea Cukai, seperti aplikasi Citac, Antareja, Sistem IT Inventory, CCTV, dan sebagainya. Terkait program Penertiban Importir Berisiko Tinggi (PIBT), Tri menegaskan akan meningkatkan sinergi Join Program dengan Pajak guna memaksimalkan pencapaian penerimaan negara baik dari sisi Bea Cukai maupun Pajak.

Selanjutnya Suparno juga memaparkan kinerja penerimaan sekaligus upaya-upaya yang dilakukan dalam optimalisasi penerimaan. Selain ditunjang dengan tools yang telah dimiliki, Suparno juga menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan Joint Program bersama Bea Cukai.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Mardiasmo menyampaikan apresiasi atas kinerja dan sinergi DJBC DJP ditahun 2019 dan upaya yang direncanakan pada 2020. Prof. Mardiasmo selanjutnya meminta kepada Bea Cukai dan Pajak agar meningkatkan sinergi yg telah dijalin, dan berinovasi lagi pada aspek sinergi lain. “Sinergi DJBC DJP di Jateng ini sudah bagus, tetapi bisa ditingkatkan lagi aspek sinerginya, seperti dengan Joint Proses Bisnis, dimana dapat dilakukan kolaborasi terkait permohonan Fasilitas Bea Cukai oleh Perusahaan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari suatu perusahaan baik status perpajakannya, maupun izin lain. Kemudian untuk menunjang pengawasan PIBT dapat dilakukan Join Profil, jadi tidak hanya profil importir saja, tapi juga profiling terhadap stakeholders yang berkaitan, baik Cukai maupun perusahaan penerima Fasilitas. Sinkronkan aplikasi dan data di DJBC dan DJP sehingga dapat dianalisis dengan akurat dan dapat dilakukan treatment yang tepat baik dari sisi Bea Cukai maupun Pajak”, pesan Prof. Mardiasmo.

Pewarta : Khafidh

Comment here