PenerimaanPengawasan

Bea Cukai Ajak Puluhan Ribu “Sobat Ambyar” Gempur Rokok Ilegal

Semarang (9/3) – Bea Cukai Kanwil Jateng DIY dan KPPBC Kudus bekerja sama dengan PR. SUKUN kembali memberikan sosialisasi “Gempur Rokok Ilegal” kepada masyarakat di dua kota di Jawa Tengah yaitu di Lapangan parkir Stadion Joyo Kusumo, Grobogan pada Kamis malam 5 Maret 2020 dan di Alun-alun Purwodadi, Grobogan pada Minggu malam 8 Maret 2020, dalam acara Roadshow konser Didi Kempot. Sosialisasi seperti ini penting agar masyarakat semakin faham manfaat Cukai dan Pajak serta faham betapa merugikannya rokok illegal bagi Negara dan masyarakat karena dapat menghambat pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat itu sendiri.

Dalam konser yang dihadiri puluhan ribu “Sobat Ambyar” , julukan untuk penggemar “The Godfather of Brokenheart” Didi Kempot, di Pati dan Grobogan tersebut, para MC menginformasikan bahwa keberadaan rokok illegal dapat menghambat pembangunan serta merugikan Negara dan masyarakat. Mereka menyebutkan beberapa ciri-ciri rokok illegal seperti rokok tidak berpita cukai, berpita cukai tapi bekas, dan berpita cukai palsu. Selain itu MC juga menginformasikan manfaat dari Cukai dan Pajak yang akan digunakan untuk pembangunan seperti jalan, jembatan, sarana-prasarana, subsidi dll, sekaligus mengajak kepada sobat ambyar untuk menggempur rokok illegal.

Bea Cukai se-Jateng DIY juga telah menggandeng Pemprov, Pemkot dan Pemkab dalam sosialisasi serupa namun melalui media yang berbeda seperti videotron, sosialisasi tatap muka dll. Bea Cukai Jateng DIY juga telah dan akan bersinergi dengan pihak lain seperti Pemda, TNI, POLRI, Kejaksaan, dan masyarakat, termasuk media dalam operasi penindakan rokok ilegal.

Upaya-upaya ini sejalan dengan paparan Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto di depan Komwasjak, pemangku kepentingan dan masyarakat di Jepara pada Rabu 4 Maret 2020 Bale Banyu Resto Jepara. Tri menyampaikan bahwa strategi sosialisasi dengan pendekatan ekonomi, social dan budaya juga akan disertai langkah penegakan hukum dari hulu hingga hilir. Dalam kerangka sosialisasi, Tri juga menawarkan konsep merangkul dan mengajak para pelaku usaha dan masyarakat di Jepara yang masih menjalankan usaha yang belum legal untuk menjadi legal, yaitu dengan pembangunan Kawasan Industri Kecil Hasil Tembakau Terpadu. Dalam konsep ini, pengusaha rokok tidak lagi dibatasi dengan aturan luasan pabrik, bahkan akan disediakan mesin produksi rokok yang dapat digunakan secara bersama, dan nantinya akan disediakan industri pendukung seperti lem, kertas, kemasan, filter dan sebagainya.

Comment here