Lain-lain

Tingkatkan Efektifitas Mitigasi Risiko, Bea Cukai Jateng DIY Gelar Asistensi Manajemen Risiko

Semarang (10/03) – Manajemen risiko dalam suatu instansi menjadi sangat penting guna mengetahui risiko-risiko yang akan timbul dalam rangka mencapai tujuan organisasi sehingga dapat dilakukan mitigasi / tindakan preventif untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Untuk efektifitas dalam penyusunan mitigasi risiko, maka pada Senin 9 Maret 2020 hingga Selasa 10 Maret 2020 Bea Cukai Jateng DIY menyelenggarakan kegiatan Asistensi Penerapan Manajemen Risiko yang diikuti oleh seluruh satuan kerja (satker) di lingkungan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, serta dengan mengundang narasumber dari Subdirektorat Manajemen Risiko Direktorat Penerimaan dan Perencanaan Strategis Kantor Pusat Bea dan Cukai.

Ketepatan dalam memprediksi menjadi hal yang dibutuhkan dalam mengelola suatu risiko.  Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY menyampaikan bahwa masing-masing unit diharapkan dapat memitigasi risiko-risiko yang ada di unit masing-masing. “Silahkan dimanfaatkan seoptimal mungkin adanya asistensi ini sehingga kedepannya dapat melakukan mitigasi risiko yang ada di unit masing-masing. Kalau di perusahaan kemampuan untuk meramal, memprediksi atau forecasting sesuatu secara presisi itu yang dibutuhkan”, jelas Tri seraya menambahkan beberapa isu terkini seperti perkembangan Virus Corona atau Covid-19 dan dampak atau risikonya.

Kepala Seksi Pemantauan Risiko Budi Prasetyo yang menjadi narasumber dalam asistensi kali ini memaparkan materi berkaitan dengan manajemen risiko. Sebelum melakukan mitigasi risiko, terlebih dahulu kita harus mengidentifikasi risiko apa saja yang akan terjadi, tahapan identifikasi risiko antara lain memahami objek/sasaran, mengidentifikasi kejadian, menentukan dampak dari kejadian tersebut lalu dicari penyebabnya. Menurut Budi, risiko perlu diuraikan secara jelas sehingga tidak menimbulkan  kerancuan pengertian dan diperoleh pemahaman yang sama  serta dapat ditangani secara lebih benar dan akurat. Budi menegaskan pentingnya pemetaan risiko yang tepat sehingga dampaknya bisa diantisipasi dengan baik .“Dengan memetakan risiko-risiko yang ada, kita dapat melakukan tindakan pencegahan seperti contohnya kemarin saat Kantor Pusat Bea Cukai terendam banjir, dan wabah yang saat ini beredar yaitu virus Covid-19”, ujarnya mencontohkan.

Diharapkan Melalui penerapan manajemen risiko ini, Bea Cukai dapat memitigasi risiko yang timbul dalam mencapai tujuan organisasi, untuk Bea Cukai yang makin baik, Kementerian Keuangan yang terpercaya dan Indonesia yang maju.

Comment here