Lain-lain

Antisipasi Penyebaran Lebih Luas, Bea Cukai Jateng DIY Sosialisasikan Virus Corona Kepada Pegawai

Semarang (13/03) – Gejolak virus Corona yang mewabah di dunia telah memakan banyak korban. Terhitung per 11 Maret 2020 sudah ada 34 kasus terindikasi virus corona di Indonesia. Banyak instansi / lembaga gencar mensosialisasikan virus corona ini, tak terkecuali Bea Cukai Jateng DIY turut menyelenggarakan sosialisasi internal bertajuk virus Corona dengan menghadirkan Dr. G. Imam Purwohadi sebagai narasumber, di Ruang Aula Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, pada Jumat 13 Maret 2020.

Dalam sambutanya, Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai selaku Plh. Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY, Amin Tri Sobri, menyampaikan banyaknya informasi yang simpangsiur beredar baik di jejaring sosial maupun internet, dan berharap dengan adanya sosialisasi internal ini dapat mengklarifikasi kebenaran terkait virus corona baik dari cara pencegahan maupun karakteristik penyakit yang ditimbulkan. “Saya banyak temui di internet maupun di grup-grup sosmed informasi virus corona yang tidak ilmiah, seperti katanya empon-empon dapat menangkal virus corona, lalu membasuh dengan air garam dan sebagainya, dengan sosialisasi internal bertema virus corona ini dapat mengklarifikasi kebenaran virus corona secara ilmiah dan bagaimana langkah pencegahannya” ujar Amin.

Dr. G. Imam Purwohadi, menyampaikan bahwa nCoV merupakan keluarga virus corona seperti MERS dan SARS yang sebelumnya pernah mewabah di dunia beberapa lalu, namun tidak semasif nCoV dalam persebarannya. Virus yang menyerang sistem pernafasan ini memiliki gejala yang hampir menyerupai penyakit flu, namun ada beberapa gejala khas yang timbul yakni demam tinggi melebihi 38°C disertai badan lemas dan sesak nafas yang berat. Penyebaran virus corona seringkali melalui droplets (bersin, batuk, dsb) dan kontak langsung dengan orang yang terjangkit virus, adapun pencegahannya dengan menjaga pola hidup sehat, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sering mencuci tangan dan mengurangi kontak tangan di wajah.

“Seperti halnya virus lainnya, virus corona belum ada obatnya dan vaksinnya belum ditemukan karena perubahan mutasi virus yang sedang dalam penilitian. Akan tetapi yang terpenting kita jangan panik namun tetap waspada, hindari berkunjung di daerah yang terjangkit virus dan hindari kontak dengan orang lain yang memiliki ciri gejala flu”, pesan Dr. Imam.

Perkembangan penyebaran virus corona di dunia cukup cepat dan luas, dengan angka pasien terjangkit yang tinggi, namun angka kematian yang disebabkan oleh virus corona (3.4%) sangatlah kecil jika dibandingkan dengan SARS (10%) dan MERS (37%). Tetap waspada, jangan panik, lakukan upaya pencegahan, lawan virus corona.

Comment here