Pengawasan

Operasi Penindakan Cukai di Kudus: Bea Cukai Jateng DIY Bongkar Rumah Produksi Rokok Ilegal

Kudus (10/3) – Sebuah rumah di Desa Bulu Cangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus diperiksa Tim Penindakan Bea Cukai Jateng DIY berkolaborasi bersama Tim Inteldak Bea Cukai Kudus dan Pomdam IV Diponegoro pada Selasa, 10 Maret 2020. Di dalam rumah, tim mendapati lima orang pekerja pengemasan rokok ilegal dan barang bukti berupa lima alat pengemas dan 539.800 (lima ratus tiga puluh sembilan ribu delapan ratus) batang rokok ilegal berjenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), total nilai perkiraan barang Rp 550 juta. Perkiraan otensi kerugian negara adalah sebesar Rp 320 juta yang terdiri dari Cukai Rp 245 juta, Pajak Rokok Rp24 juta, dan Pajak Pertambahan Nilai Hasil Tembakau (PPN-HT) Rp 50 juta.

Kepala Seksi Penindakan I Kanwil BC Jateng DIY, Thomas Aquino Yoyok Mulyawan, yang turun langsung memimpin operasi penindakan, menjelaskan,”Dari hasil kegiatan intelijen dan informasi dari masyarakat, Tim P2 BC Jateng DIY bersama P2 BC Kudus di-backup Pomdam IV Diponegoro hari ini menindaklanjuti dengan penindakan. Didapati positif terdapat aktifitas pencantongan atau pengemasan rokok ilegal. Rokok ini dipasok dari orang yang memperkerjakan para pekerja ini untuk mengemas dari batang ke bungkus, kemudian ke slop (satu slop 10 bungkus-Red).” 

Lima orang pekerja bukan warga asli Desa Bulu Cangkring melainkan warga Jepara yang dipekerjakan oleh orang yang juga menyewa rumah tersebut.”Semua rokok ini berjenis SKM, berarti masih ada pemasok besar yang akan terus kita dalami. Rokok ilegal bermerek “Gudang Gaman” dan “SMD” ini merupakan merek rokok ilegal yang laku keras di daerah Sumatera.”tambah Thomas. Penyidikan kasus ini diserahkan kepada Tim Penydik Bea Cukai Kudus.

Warga sekitar ketika dimintai keterangan menyatakan biasanya ada mobil yang melakukan bongkar muat barang pada dini hari. Ketika pernah ditanyakan apa barang yang dikemas di rumah tersebut, pemilik barang mengatakan pada warga bahwa rumah dijadikan tempat mengemas sabun mandi. Bea Cukai menghimbau kepada masyarakat dan perangkat desa agar waspada terhadap aktifitas tidak biasa di lingkungannya. Apabila mencurigai ada kegiatan yang berhubungan dengan produksi rokok, masyarakat dapat melaporkan kepada perangkat untuk dapat diteruskan kepada Bea Cukai setempat. Bea Cukai mempunyai saluran telepon 24 jam yaitu Bravo Bea Cukai (021) 1500 225.

Pewarta:@adisby
Editor: @bcjdiy

Comment here