Pelayanan

Punya Tugas Khusus, Bea Cukai se-Jateng DIY Tetap Layani Masyarakat Di Tengah Ancaman Covid-19

Semarang (19/03) – Ditengah mewabahnya virus Corona di Indonesia, Bea Cukai se- Jateng DIY tetap melayani dan menjaga masyarakat. Hal ini disebabkan tugas yang dibebankan kepada Bea Cukai berbeda dengan instansi pada umumnya.  Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto usai mengikuti Video Conference bersama Direktur Jenderal Bea Cukai pada Kamis, 19 Maret 2020 di kantornya Jalan  Ahmad Yani Nomor 139 Semarang, Jawa Tengah.

Tri menjelaskan bahwa Bea Cukai mempunyai 4 tugas utama yaitu sebagai reveneu collector atau menghimpun penerimaan Negara, trade facilitator atau memberikan fasilitasi terhadap perdagangan yang keluar masuk Indonesia, industrial assistance atau memberikan asistensi kepada industry dan sebagai community protector atau menjaga dan melindungi masyarakat misalnya dari masuknya barang-barang berbahaya ke Indonesia.

Lebih lanjut Tri menyampaikan bahwa keempat tugas tersebut secara umum memerlukan kehadiran petugas Bea Cukai secara langsung baik dalam pelayanan maupun pengawasannya. “Kegiatan seperti pemeriksaan fisik barang impor, barang ekspor tertentu, barang kiriman baik melalui pos maupun jasa titipan lainnya, pengawasan terhadap barang penumpang baik barang wajib bayar mapun barang berbahaya seperti narkotika, psikotropika dan prekusor, itu semua memerlukan kehadiran petugas secara langsung”, jelasnya. “Tidak hanya itu, pelayanan dan pengawasan perusahaan-perusahaan yang menerima fasilitas Kawasan Berikat juga sebagian besar memerlukan kehadiran petugas”, sambung Tri.

Tri juga menyampaikan bahwa jajarannya siap bekerja untuk Indonesia. Meski di tengah ancaman penyebaran Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, petugas Bea Cukai siap bekerja melayani masyarakat agar kegiatan ekonomi tetap berjalan, penerimaan Negara tetap mengalir, industry terus bergerak dan masyarakat tetap terlindungi.

Terkait dengan kinerja penerimaan dan kegiatan impor ekspor, Tri menjelaskan bahwa hingga akhir Februari 2020, Bea Cukai Jateng DIY berhasil mengumpulkan Rp5.52 Triliun pundi-pundi penerimaan Negara. Secara keseluruhan angka ini memang baru 12.46% dari total target 2020 sebesar Rp44.36 Triliun. Namun demikian secara proporsional (target s.d. 29 Februari 2020) penerimaan tersebut telah mencapai 116.77% dari target sebesar Rp4.73 Triliun s.d. 29 Februari 2020.

Realisasi penerimaan s.d. Februari 2020 ini merupakan penerimaan tertinggi dalam periode yang sama selama 4 tahun terakhir, dan jika dibandingkan dengan tahun 2019 (y.o.y) maka mengalami pertumbuhan sebesar 52.74% atau setara Rp1.91 Triliun. Pertumbuhan ini sebagian besar dikontribusi oleh penerimaan Cukai Hasil Tembakau sebagai efek dari penundaan pembayaran cukai 4 minggu terakhir tahun 2019 yang berimbas pada pembayaran di awal tahun 2020 sebesar Rp4.9 Triliun. Secara total penerimaan Cukai telah mencapai Rp.5.23 Triliun atau 119.84% dari target proporsional.

“Jadi intinya penerimaan masih tertolong banyak oleh penerimaan Cukai. Penerimaan impor mengalami penurunan selain akibat wabah Covid-19 juga karena kondisi ekonomi global yang tidak menentu”, ujarnya seraya menambahkan bahwa penerimaan Bea Masuk mencapai Rp273.71 Milyar atau 77.63% dari target proporsional. Adapun penerimaan Bea Keluar mencapai Rp15.59 Milyar atau 152.60% dari target proporsional.

Comment here