Pengawasan

Dikemas Seperti Pigura, Rokok Ilegal Yang Dikirim Melalui Bus AKAP Ini Diamankan Bea Cukai

Petugas Bea Cukai Melakukan Penindakan Terhadap Bus AKAP

Semarang (21/04) – Seolah tak pernah kehabisan akal, berbagai cara dilakukan pengirim rokok ilegal untuk memuluskan usahanya. Setelah beberapa kali percobaan sebelumnya melalui angkutan truk berhasil digagalkan petugas, kini mereka mencoba memanfaatkan kendaraan penumpang berupa Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Sebanyak 7 paket rokok ilegal senilai puluhan juta rupiah yang diangkut salah satu Bus jurusan Pati – Pekanbaru berhasil dimankan petugas Bea Cukai Jateng DIY pada hari Senin, 20 April 2020, sekitar pukul 19.00 WIB, di Jalan Kaligawe Raya. No 02, Terboyo Wetan, Kec. Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kabid P2 Moch. Arif Setijo Nugroho

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Moch. Arif Setijo Nugroho menjelaskan kronologi kejadian dan modus yang digunakan. “Bermula dari informasi intelijen yang kami terima bahwa terdapat pemuatan Barang Kena Cukai (BKC) berupa rokok yang diduga ilegal ke dalam kendaraan Bus AKAP dengan ciri-ciri tertentu. Bus akan berangkat dari Pati dengan tujuan Pekanbaru, Sumatera. Kemudian kami langsung melakukan penelusuran atas keberadaan kendaraan tersebut. Setelah sekian lama, akhirnya petugas berhasil melakukan penindakan”, ujar Arif yang kemudian menambahkan bahwa modus yang dipergunakan tergolong baru. “Pengirim mengemas rokok ilegal dalam kemasan yang tidak biasanya. Kali ini rokok dikemas dalam kemasan kardus berbentuk oktagon atau segi delapan, dan diberitahukan berisi pigura. Dari bentuknya memang dimungkinkan jika berisi pigura. Mereka juga mengirim dalam jumlah yang tidak banyak, tidak seperti biasanya pengiriman ke luar pulau Jawa selalu dalam jumlah banyak”, ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa 7 paket kiriman tersebut berisi 79.600 batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) merk “BOSSINI BLACK” yang dilekati pita cukai yang diduga ilegal. Nilai dari rokok tersebut diperkirakan mencapai Rp81,192,000.00, sehingga potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan senilai Rp47,228,272.00. Saat ini barang hasil penindakan tersebut diamankan ke Kantor Wilayah DJBC Jateng DIY untuk keperluan proses lebih lanjut. Sementara itu berdasarkan pengakuan sementara sopir bus (S) diketahui bahwa pengirim memberitahukan bahwa paket tersebut berisi pigura. Rencananya paket akan dibawa ke Pekanbaru dengan tarif Rp150 ribu per paket. S mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui isi paket sesungguhnya, dan mengaku senang saja menerima titipan mengingat jumlah penumpang saat ini semakin sepi.

Bea Cukai berkomitmen untuk terus melakukan upaya pemberantasan rokok ilegal meskipun harus tetap menjaga kewaspadaan di tengah situasi pandemi Covid-19 ini. Bea Cukai juga akan mewaspadai upaya pengiriman dengan modus seperti ini. Peredaran rokok ilegal selain merugikan negara juga merugikan masyarakat, apalagi di tengah pandemi ini. Negara membutuhkan anggaran yang besar untuk mencegah dan menanggulangi wabah ini, namun para pelaku rokok ilegal justru memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan pribadi dengan mencuri hak negara dan masyarakat.

Pewarta: @adisby

Comment here