Fasilitas

Aneka Kebijakan Pemerintah Di Bidang Cukai Di Masa Pandemi Covid-19

Ilustrasi: Seorang Pekerja di Industri Hasil Tembakau

Semarang (12/05) – Pemerintah terus berkomitmen menjaga industri dalam negeri ditengah pandemi Covid-19, diantaranya dengan mengeluarkan kebijakan – kebijakan fiskal dan non fiskal di sektor Cukai. Kasubdit Potensi Cukai dan Kepatuhan Pengusaha Barang Kena Cukai Direktorat Teknis dan Fasilitas Cukai, Tedy Himawan, selaku nara sumber pada sosialisasi Kebijakan Cukai ditengah Pandemi Covid-19 pada hari Selasa, 12 Mei 2020, mengatakan bahwa Bea Cukai tidak hanya fokus dengan kebijakan – kebijakan di sektor Kepabeanan saja dalam penanganan pandemi Covid-19 , namun juga di sektor Cukai. Kebijakan tersebut diantaranya adalah fasilitas pembebasan Cukai Etil Alkohol, fasilitas penundaan pembayaran Cukai, perubahan regulasi pengawasan dan pelayanan di bidang Cukai, dan relaksasi produksi Barang Kena Cukai.

Fasilitas Pembebasan Cukai Etil Alkohol diberikan dengan berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor SE-04/BC/2020 dengan tujuan membantu produksi Antiseptik, disinfektan, handsanitizer. Terhitung hingga 8 Mei 2020, Bea Cukai telah membebaskan Cukai Etil Alkohol sebanyak 68.596.360 Liter dengan nilai pembebasan mencapai Rp1,371 Milyar kepada 122 stakeholders dibidang industry dan 56 instansi dalam negeri. 

Kasubdit Potensi Cukai dan Kepatuhan Pengusaha Barang Kena Cukai Direktorat Teknis dan Fasilitas Cukai, Tedy Himawan

Adapun fasilitas penundaan pembayaran Cukai diberikan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-30/PMK.04/2020 dengan perubahan periode penundaan pembayaran cukai dari semula 2 bulan menjadi 90 hari pada periode pemesanan pita cukai 9 April 2020 – 9 Juli 2020. Fasilitas penundaan diberikan guna membantu meringankan beban industry produksi barang kena cukai yang mengalami penurunan produksi karena adanya pandemi Covid 19.

Baca juga: Ini Insentif Fiskal dan Non Fiskal untuk Industri Dalam Negeri

Baca juga: Bea Cukai dan Pajak Live Bareng Sosialisasikan Insentif Fiskal

Relaksasi pengawasan dan pelayanan di bidang cukai turut diberlakukan, seperti pemantauan Harga Transaksi Pasar, pengembalian Cukai, mutasi BKC, pemindahlekatan Pita Cukai dan pencacahan EA dan MMEA dilakukan penangguhan hingga waktu tertentu. Selain itu juga diberlakukannya relaksasi produksi barang kena cukai seperti penerapan shift kerja, melakukan produksi diluar pabrik dan sebagainya. “Kebijakan – kebijakan yang telah dikeluarkan semata-mata untuk membantu perekonomian di tengah pandemi Covid19, meskipun begitu pengawasan dan pelayanan tetap harus berjalan optimal”, tegasnya.

Pewarta: khafid

Comment here