Penerimaan

Meski Terpengaruh Covid-19, Bea Cukai Jateng DIY Optimis Penuhi Target Penerimaan 2020

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Nur Rusyidi

Semarang (11/05) – Hingga 30 April 2020, Bea Cukai Jateng DIY telah berhasil mengumpulkan pendapatan negara di sektor Kepabeanan dan Cukai sebesar Rp10,37 Triliun atau mencapai 23.37% dari target yang ditetapkan yakni sebesar Rp44,3 Triliun. Meskipun belum mencapai target, capaian ini lebih tinggi dibanding capaian 2019 yang hanya sebesar 22,81%, tumbuh 16,36% (yoy) atau naik sebesar Rp1,46 Triliun. Bahkan penerimaan hingga April 2020 ini merupakan penerimaan tertinggi dalam 4 tahun terakhir atau tumbuh 16.36% dari tahu sebelumnya. 

Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY, Padmoyo Tri Wikanto, dalam Dialog Kinerja Organisasi melalui Video Conference pada Senin 11 Mei 2020, menyampaikan rasa optimisnya dapat mencapai target yang telah diberikan. Dengan harapan semakin membaiknya kondisi wabah Covid-19 di Indonesia akan membaik pula roda perekonomian di Indonesia. Apabila dilihat dari sektor penerimaan Cukai yang terhambat karena adanya kebijakan penundaan, maka diprediksi pada pertengahan semester kedua 2020 akan kembali normal. “Tetap jalin komunikasi satu sama lain, lakukan evaluasi jalannya penerimaan di wilayah Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta, dan mari berbenah diri ditengah wabah ini untuk memaksimalkan kinerja kita”, pesan Tri.

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Nur Rusyidi, menginformasikan bahwa penerimaan negara di sektor Impor Ekspor dan Cukai terpengaruh oleh kondisi perekonomian yang lesu sebagai akibat dari wabah Covid-19. Sampai dengan 30 April 2020, penerimaan disektor Impor hanya mampu mencapai Rp515 Milyar atau 70,36% dari target trajectory, dan penerimaan disektor Ekspor mencapai Rp25,1 Milyar atau 98% dari target trajectory. Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin, tidak tercapainya target trajectory tersebut dipengaruhi beberapa hal seperti penerapan FTA yang berimbas hilangnya penerimaan Bea Masuk, turunnya proyek infrastruktur sehingga importasi bahan baku proyek menurun, dan turunnya komoditas impor seperti MMEA dan Garment. Sedangkan pada sektor penerimaan Bea Keluar mengalami penurunan karena diberlakukannya lockdown di negara India yang merupakan importir CPO terbesar dari Indonesia.

Adapun di sektor Cukai s.d. 30 April 2020 telah mencapai Rp9,83 Triliun atau 90% dari target trajectory. Dari 3 komponen penerimaan Cukai, yakni Cukai Hasil Tembakau (CHT), EA dan MMEA, hanya CHT yang belum mampu mencapai target. Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo, tidak tercapainya penerimaan disektor Cukai Hasil Tembakau dikarenakan adanya kebijakan pemerintah terkait penundaan pembayaran cukai yang semula 2 bulan menjadi 3 bulan, dan sulitnya distribusi Rokok pada wilayah – wilayah yang telah menerapkan PSBB. Namun disisi lain, terjadi peningkatan penerimaan disektor Cukai Etil Alkohol hingga 377% dari target trajectory dikarenakan meningkatnya produksi disinfektan dan handsanitizer.

Penulis : Khafidh

Comment here