Pelayanan

Samakan Persepsi, Bea Cukai Internalisasikan Pengaturan IMEI Kepada Pegawainya

Semarang (13/05) – 9 pegawai Kanwil Bea Cukai Jateng DIY mengikuti sosialisasi online tentang “Pengendalian IMEI” pada hari Rabu, 13 Mei 2020. Bertindak sebagai narasumber pada sosialisasi tersebut adalah Agus Siswandi, kepala seksi impor II Direktorat Teknis Kepabeanan. Agus menyampaikan informasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMKOMINFO) bahwa barang-barang elektronik seperti Handphone, Komputer Genggam dan Tablet (HKT) saat ini banyak dijual secara ilegal di Indonesia. “Informasi dari KEMKOMINFO bahwa saat ini banyak HKT yang dijual secara ilegal di Indonesia yaitu mencapai lima sampai sepuluh juta unit, hal ini tentu sangat merugikan industri dalam negeri karena barang-barang ilegal tersebut dijual dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran karena tidak bayar pajak”, jelasnya.

Untuk menanggulangi hal tersebut pemerintah melalui Bea Cukai melakukan tindakan pengawasan atas barang-barang elektronik seperti HKT yang masuk dari luar negeri ke Indonesia dengan melakukan pengendalian IMEI. Tujuan dilakukannya pengendalian IMEI ini yaitu untuk mendorong industri HKT yang kondusif, mengurangi angka penyelundupan, dan meningkatkan kepatuhan di bidang perpajakan yang dapat meningkatkan tax base.

KEMKOMINFO membuat kebijakan bahwa mulai 18 April 2020 seluruh HKT yang digunakan di Indonesia harus terdaftar IMEInya sehingga Kedepannya HKT yang tidak terdaftar atau belum didaftarkan IMEInya tidak bisa digunakan di Indonesia.

Tidak hanya barang yang diimpor saja tetapi barang bawaan penumpang yang masuk ke Indonesia juga harus didaftarkan IMEInya. “Penumpang dan wisatawan yang datang ke Indonesia apabila mereka menggunakan roaming internasional maka tidak perlu didaftarkan, namun apabila mereka menggunakan provider dalam negeri ya harus didaftarkan IMEI nya terlebih dahulu”, jelas Agus. Selanjutnya Agus juga menjelaskan terkait mekanisme impor umum HKT, pendaftaran IMEI hand carry dan pendaftaran IMEI barang kiriman. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan para pegawai khususnya peserta sosialisasi dapst meningkatkan pengetahuannya terkait pengendalian IMEI dan dapat menyebarluaskan informasi ini ke masyarakat sekitar.

Comment here