Lain-lainPelayanan

Menkeu Gelorakan Persatuan Pegawai Kemenkeu: Negeri Ini Terbentuk Dengan Semangat Persatuan, Bukan Perpecahan!

SEMARANG  – Seluruh Pejabat Eselon II Kementerian Keuangan Jawa Tengah yang terdiri dari Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Tengah yang juga Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng DIY, Parjiya bersama seluruh pejabat Eselon II yaitu Kakanwil DJP Jateng I, Kakanwil DJPb Jateng DIY dan Kakanwil DJKN Jateng DIY dan jajarannya, pada hari Selasa 29 Oktober 2019 mengikuti acara Video Conference Festival Transformasi di Gedung Keuangan Negara II Semarang.  Acara yang riilnya diselenggarakan oleh Kemenkeu di Jakarta ini dilaksanakan dalam rangka melaksanakan manajemen perubahan program reformasi birokrasi dan transformasi kelembagaan, serta melaksanakan program penguatan kebangsaan.

Mengawali sambutannya, Menkeu sudah menyadarkan kita semua tentang kesakralan dan pentingnya sebuah persatuan. Menkeu lantas menggelorakan semangat persatuan itu khususnya kepada seluruh warga Kemenkeu. “Ingat 91 tahun yang lalu Indonesia belum lahir namun para pemuda bersatu menyatakan sumpahnya bahwa mereka satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Kehadiran Oeang RI juga merupakan symbol persatuan dan kedaulatan RI. Jadi Indonesia ini lahir dengan ide dan semangat persatuan, bukan perpecahan”, begitu kurang lebih apa yang disampaikan Menkeu.

Lebih lanjut Menkeu menambahkan bahwa menjaga persatuan di Negara yang besar, beragam dan penuh dinamika politik ini tidak mudah dan tidak akan lebih mudah kedepannya. Jika kita masih bersatu saat ini dengan segala tantangannya, itu adalah sebuah prestasi. “Jadikan sumpah pemuda sebagai pengingat, spirit dan harus dijaga. Ketika Anda masuk Kemenkeu maka Anda bukan lagi dari STAN, UI, UGM dll. Jangan angkatan-angkatan juga. Jangan menjadi eksklusif, ada kelompok ini kelompok itu, ada Islam ini Islam itu. Jika Anda masih mempraktikannya, maka Anda secara tidak sadar sedang memulai memecah belah Republik”, tegas Menkeu.

Para peserta video conference di Aula GKN II Semarang tampak serius memperhatikan pesan Pimpinannya itu. Mungkin di dalam hati  mereka menyadari bahwa semangat para pemuda dulu dan para pejuang kemerdekaan tidak layak untuk dikhianati oleh pewaris kemerdekaan ini. “Saat ini kita dengan segala macam privilege yang kita rasakan justru tidak punya semangat persatuan seperti para pemuda 1928. Hilangkan sekat-sekat dalam organisasi, maka Indonesia akan berterima kasih karena Anda sebagai penjaga spirit persatuan”, sambung Menkeu.

Sementara itu Parjiya memberikan pendapatnya terkait pidato Menkeu tadi. “Apa yang dikatakan Menkeu itu memang sangat relevan dengan kondisi bangsa ini saat ini. Akhir-akhir ini kita disibukkan dengan masalah-masalah yang bisa menimbulkan perpecahan bangsa. Untuk itu mari kita tingkatkan sinergi. Jangan lagi ada sekat-sekat sebagaimana disebutkan Menkeu tadi. Kita tidak hanya bekerja untuk institusi kita, tapi kita bekerja untuk Negara dan masyarakat”, jelasnya.

Comment here