Fasilitas

Order Naik Terus Karena Bea Cukai, Produsen Tas Guess dan DKNY Asal Korea Ini Ekspansi Ke Jawa Tengah

SEMARANG (30/10) – PT JS Corp Boyolali Indonesia (JS Boyolali) merupakan perusahaan asal Korea yang akan memproduksi tas bermerk seperti Guess, DKNY dan Michael Kors. Direktur PT JS Corp Boyolali Indonesia Lee Hyojun menyampaikan bahwa perusahaan yang nantinya akan beroperasi di Boyolali mulai 2020 ini merupakan ekspansi dari PT JS Jakarta yang sebelumnya telah mendapatkan fasilitas dari Bea Cukai berupa Kawasan Berikat (KaBer) di Bogor. “Karena jumlah produksi terus bertambah maka kami melakukan ekspansi. Fasilitas fiskal berupa KaBer ini sangat membantu cash flow perusahaan dan meningkatkan daya saing produk. Disamping itu Jawa Tengah saat ini dinilai paling ramah terhadap Investor, jadi kami memutuskan untuk ekspansi ke Boyolali”, ungkapnya pada saat presentasi untuk mendapatkan fasilitas KaBer di Kanwil DJBC Jateng DIY pada Selasa 29 Oktober 2019.

Fasilitas KaBer merupakan fasilitas insentif fiskal berupa penangguhan bea masuk atas impor bahan baku/penolong untuk diproduksi dan hasil akhirnya akan diekspor. Lee Hyojun memberikan testimoninya bahwa dengan cash flow yang terbantu, maka HPP produk juga bisa lebih rendah sehingga daya saing di pasar global meningkat. “peningkatan daya saing membuat order meningkat sehingga produksi terus bertambah”, bebernya. Itulah sebabnya Lee melakukan ekspansi dan mengajukan permohonan perijinan KaBer lagi ke Bea Cukai agar mendapatkan fasilitas fiscal sebagaimana telah diterima PT JS Jakarta.

Sementara itu Parjiya dalam keterangannya menyampaikan bahwa fasilitas yang dimaksud adalah fasilitas fiskal dari Pemerintah yang diberikan melalui Bea dan Cukai. Dia juga menginformasikan bahwa Jawa Tengah memang menawarkan keunggulan bagi investor. “Paling tidak ada 3 keunggulan yang dimiliki Jateng dibandingkan daerah lain, yaitu UMR yang lebih rendah, kondisi keamanan yang kondusif, dan infrastruktur yang memadai. Inilah yang dianggap sebagai kondisi yang ramah investor”, jelasnya.

Lebih lanjut Lee Hyojun juga menyampaikan bahwa perusahaan yang memproduksi tas, dompet ini nantinya akan menyerap sekitar 5000 tenaga kerja dengan perkiraan jumlah investasi sebesar USD9000 atau setara Rp125 Milyar di tahun 2020. “Kapasitas produksi kami mencapai 2,5 juta pcs pertahun. Ini meliputi tas dan dompet yang akan diekspor dengan merk Guess, DKNY, Calvin Klein, Moschino, Michael Kros, Kate Spade, dll”, sambungnya.

Pemberian Fasilitas Fiskal dari pemerintah ini memang telah terbukti memberikan dampak ekonomi positif tidak hanya bagi Negara dan perusahaan, namun juga bagi masyarakat sekitar. Yang paling nyata terjadi dan dirasakan masyarakat adalah penyerapan tenaga kerja dan munculnya kegiatan ekonomi riil baru seperti warung makan, tempat kost dan kontrakan, serta transportasi.

Comment here