Fasilitas

Pacu Investasi Di Jateng, Bea Cukai Jateng DIY Terbitkan Ijin Kawasan Berikat Ke-20

SEMARANG (30/10) – Upaya meningkatan pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan berbagai cara oleh pemerintah era Presiden Jokowi. Mempermudah investasi, memberikan fasilitas fiskal kepada perusahaan manufaktur berorientasi ekspor adalah diantaranya. Fasilitas Kawasan Berikat (KaBer) merupakan salah satu bentuk fasilitas fiskal yang diberikan melalui Bea dan Cukai selaku instansi yang mengemban fungsi industrial asisstance. Hari ini Selasa, 29 Oktober 2019, Bea Cukai Jateng DIY resmi menerbitkan Ijin KaBer kepada PT JS Corp Boyolali Indonesia (JS Boyolali). Penerbitan ijin ini sekaligus sebagai wujud upaya Bea Cukai untuk terus mendorong investasi dan ekspor.

Fasilitas KaBer merupakan fasilitas insentif fiskal berupa penangguhan bea masuk atas impor bahan baku/penolong untuk diproduksi dan hasil akhirnya akan diekspor. Parjiya, Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY menyampaikan bahwa fasilitas yang diberikan oleh pemerintah ini diharapkan dapat memperlancar arus barang impor dan meningkatkan produksi dalam negeri. “Pemeriksaan barang impor perusahaan TPB langsung dilakukan di gudang pengusaha, tentunya ini disamping memperlancar arus barang impor, tentu juga akan menekan biaya penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) yang dikeluarkan oleh pengusaha”, jelasnya.

Sementara itu Juli Tri Kisworini, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai menjelaskan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar perusahaan dapat memperoleh fasilitas KaBer ini. “Perusahaan wajib mempresentasikan profil perusahaan, proses bisnis dan telah memberdayakan CCTV dan IT Inventory  yang menjadi subsistem dari system akuntansi perusahaan”, jelasnya.  Juli juga menegaskan bahwa perizinan diberikan secara gratis tanpa biaya sama sekali. PT JS Boyolali menjadi perusahaan ke-20 yang menerima fasilitas ini di tahun 2019, sehingga total penerima fasilitas ini sampai dengan saat ini berjumlah 242 perusahaan.

Direktur PT JS Corp Boyolali Indonesia Lee Hyojun menyampaikan bahwa perusahaan yang nantinya akan beroperasi di Kabupaten Boyolali ini merupakan ekspansi dari PT JS Jakarta yang sebelumnya juga mendapatkan fasilitas KaBer di Kota Bogor. PT JS Jakarta saat ini berstatus KB Mandiri. Penambahan jumlah produksi rupanya menjadi alasan utama perusahaannya melakukan ekspansi. “Jawa Tengah saat ini dinilai paling ramah terhadap Investor, jadi kami memutuskan untuk membuka cabang di Boyolali”, tuturnya.

Pemberian perijinan fasilitas fiscal ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi negara, masyarakat dan para pelaku usaha sendiri. Sehingga investasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta mengalami peningkatan.

Comment here