Lain-lain

124 Relawan Kemenkeu Jadi Guru Sehari Untuk 1533 Siswa SDN di Semarang

SEMARANG (5/11) – Hari mengajar telah tiba. “Sehari Mengajar, Selamanya memberi Arti”, itulah slogan para relawan Kemenkeu Mengajar di seluruh penjuru negeri. Sebanyak 124 relawan yang berasal dari seluruh unit Kemenkeu dari seluruh Indonesia pada hari Senin 4 November 2019 datang ke Kota Semarang untuk ikut terjun mengajarkan tentang Kemenkeu kepada para siswa Sekolah Dasar (SD). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan tugas Kemenkeu sebagai penjaga keuangan Negara, mulai dari profesi-profesi yang ada sampai dengan pengelolaan APBN untuk pendidikan dan pembangunan.

Para relawan tersebut dibagi ke 5 (lima) SD yaitu SDN Petompon II, SDN Lamper Kidul II, SDN Pekunden, SDN Tawang Mas dan SDN Bendungan. Selain mengenalkan tentang Kemenkeu, mereka juga mengajarkan tentang keberagaman, toleransi, kebersamaan dan persatuan.

Koordinator Daerah Kemenkeu Mengajar Semarang, Nanang menceritakan tentang bagaimana kegiatan ini dilaksanakan. “Kemenkeu Mengajar sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 2016. Semarang sendiri sudah 3 tahun berturut-turut sejak 2017 terpilih menjadi lokasi kegiatan ini. Tahun 2019 ini kami laksanakan di 5 SDN dengan melibatkan 124 relawan dan 1533 siswa”, jelasnya. Nanang selanjutnya menginformasikan bahwa kegiatan Kemenkeu Mengajar tidak hanya dilaksanakan di Semarang namun di 60 Kota/Kabupaten yang tersebar di 29 Provinsi di Indonesia, serta melibatkan 47.938 siswa SD.

“Untuk pendanaan dilakukan secara mandiri atau tidak menggunakan APBN sama sekali. Dana kami peroleh dari para relawan dan keluarga besar Kemenkeu Semarang khususnya melalui mekanisme charity sale. Alhamdulillah dukungannya sangat luar biasa”, sambungnya.

Para relawan Kemenkeu menjadi guru sekaligus kakak bagi siswa-siswi SD dalam sehari. Mereka juga mengenalkan profesi-profesi yang mungkin selama ini belum mereka ketahui, seperti Bea Cukai Pajak, Perbendaharaan, Pengelola Kekayaan Negara dll. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada anak usia dini agar semakin giat belajar, hormat pada guru dan orang tua, menjalin kerukunan di tengah perbedaan atau bersikap toleran.

Comment here