Lain-lain

Alasan Relawan Kemenkeu Mengajar Semarang ini Bikin Ketawa, Simak Yuk!

SEMARANG (5/11) – Kemenkeu Mengajar 2019 di Semarang telah berakhir. Banyak kisah menarik yang terjadi dalam pelaksanaannya. Pada umumnya kita mendengar cerita bahwa salah satu yang menjadi alasan relawan Kemenkeu Mengajar untuk bergabung di suatu daerah adalah alas an yang berhubungan dengan keperluan pribadi seperti sekalian pulang daerah asalnya, mengunjungi keluarganya, lumayan dapat Surat Tugas meskipun Non APBN alias biaya pribadi namun tidak mengurangi hak cuti, dan alasan lainnya yang berhubungan dengan pribadi relawan. Namun tidak demikian dengan relawan yang satu ini. Dia rela menjadi relawan di semarang karena “jatuh cinta dengan semarang”.

Adalah Arif Fauzi namanya, relawan dari Kantor Wilayah DJP Jakarta Pusat yang menyampaikan alasannya pada sesi briefing relawan pada Jumat 1 November 2019 di Aula Kanwil DJBC Jateng DIY. “Saya asli Bogor dan tinggal di Sukabumi Jawa Barat. Saat ini saya bekerja di Kanwil DJP Jakarta Pusat. Saya bergabung menjadi relawan di Semarang ini karena keinginan sendiri. Sebelumnya saya sudah pernah ke Semarang untuk kepentingan Dinas. Saya jatuh cinta pada Kota Semarang, maka saya bergabung jadi relawan di Semarang”, jelasnya yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan dan tawa membahana dari relawan lainnya.

Lain lagi cerita relawan yang satu ini. Dia bercerita tentang kesannya menjadi relawan dokumentator sekaligus panitia daerah Semarang. Early yang kebetulan masih single ini sebenarnya pada 2018 lalu menjadi relawan di Magelang meski bertugas di Kanwil DJBC Jateng DIY hingga saat ini. Namun kali ini Early memilih menjadi relawan sekaligus panitia di Semarang. “Kali ini lebih capek dibanding 2018 lalu. Namun sangat menyenangkan, apalagi pas ketemu dengan anak-anak. Dulu waktu saya seumur mereka tidak ada kegiatan seperti ini sehingga saya tahunya hanya Dokter, Polisi, Tentara, dll. Anak-anak sekarang aktif dan kritis, kalau jaman saya dulu masih pada pemalu. Untuk bertanya saja takut. Pengalaman ini sangat bermanfaat bagi saya sebagai bekal mendidik anak-anak nanti”, ujarnya penuh senyuman.

Menjadi relawan memang banyak kenangan. Apalagi relawan yang bergabung di daerah pelosok negeri seperti Papua, Kalimantan, Maluku dll. Tentu tidak hanya cerita suka yang mereka rasakan, namun tantangan dan kondisi tidak ideal juga harus mereka hadapi. Sebagaimana dialami relawan Palembang, disaat mereka menuju sekolah, di tengah perjalanan tepatnya di dusun saluran, mereka bertemu dengan buaya. Sedangkan relawan daerah Papua dan Kalimantan misalnya, mereka harus menyusuri sungai dan laut untuk sampai sekolah tujuan.

Kegiatan Kemenkeu Mengajar akan terus dilaksanakan. Sifat kerelawanan, berbagi ilmu dan pengalaman para pegawai kemenkeu akan terus ditanamkan. Pada akhirnya Kemenkeu yang makin baik dan dibanggakan tidak hanya oleh para pegawainya, namun oleh Negara dan masyarakat, dapat terwujud.

Comment here